Polisi menemukan sepuluh terompet menggunakan bahan cetakan mirip sampul iqra di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sepuluh terompet itu ditemukan di dua tempat berbeda yakni pedangang terompet di kawasan depan Sondokoro dan Jaten, Karanganyar.
Namun, Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra membantah kalau terompet itu terbuat dari sampul buku iqra. Bahan untuk terompet tersebut merupakan sisa cetakan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
“Kalau sampul iqra, kan, sudah dipakai. Tapi kalau ini cetakan yang tak terpakai, dijual dalam bentuk kiloan dan dibeli masyarakat untuk bahan membuat terompet,” ungkapnya saat ditemui di Mapolsek Karanganyar, Selasa (29/12/2015).
Mahedi menambahkan, terompet dijual seharga Rp7 ribu dan hanya sepuluh biji yang ditemukan menggunakan kertas berbahasa Arab. Kepolisian mengimbau masyarakat tidak terprovokasi.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karanganyar, Musta’in Ahmad menyebut tidak ada unsur merendahkan agama di terompet itu. Karena tak ada lafadz Allah dan Muhammad dalam terompet.
“Di bagian atas terdapat tulisan iqra sedangkan di bagian bawahnya terdapat tulisan juz amma. Dan tidak ada lafal Allah dan Muhammad. Jadi tidak ada unsur-unsur kesengajaan merendahkan agama,” ujarnya.
Namun demikian Musta’in mengimbau para pelaku percetakan, produsen terompet maupun pembeli untuk cermat dan teliti menggunakan maupun membeli terompet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
