NEWSTICKER
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat tiba di SMA Negeri 4 Semarang. Dok: Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat tiba di SMA Negeri 4 Semarang. Dok: Humas Pemprov Jateng (Mustholih)

Ganjar Jawab Komplain Wali Murid soal PPDB

Sistem Zonasi PPDB 2019
Mustholih • 03 Juli 2019 18:27
Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Semarang pada hari ketiga pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2019/2020. Ganjar datang saat sejumlah orang tua murid marah-marah akibat anak mereka tersingkir dari daftar calon siswa yang diterima di sekolah tersebut.
 
"Kemarin cucu saya sudah masuk daftar. Sekarang sudah tidak ada," kata Turtiantoro, warga Bangunharjo Barat, Banyumanik, di SMA Negeri 4 Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Turtiantoro menyebut cucunya, Dimas Saputra, tinggal di rumah yang berjarak hanya satu kilometer dari SMA Negeri 4 Semarang. Dia pun tidak terima.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sukesi, orang tua murid lainnya, menilai sistem zonasi PPDB 2019 masih ruwet.  "Kalau dikatakan miskin saya ini juga miskin. Terus mau disekolahkan di mana ini? Swasta mahal, tidak mampu saya," ungkap Sukesi.
 
Komplain wali murid tidak bisa dijawab pihak sekolah. Ganjar pun berinisiatif menengahi.
 
"Yang harus bapak-ibu ketahui, di sini pemukiman padat. Salah satu indikator penerimaan sistem ini memang jarak," ungkap Ganjar.
 
Ganjar menyebut SMA Negeri 4 Semarang dikelilingi pemukiman padat penduduk. Kuota terbatas di SMA Negeri 4 Semarang yang terbatas diperebutkan pendaftar yang sudah 238 orang.
 
"Jarak terjauh 0,40 kilometer. Sementara pendaftar jalur prestasi zonasi sebanyak 79 orang, prestasi luar zona 59 orang, dan pindah tugas 20 orang," jelas Ganjar.
 
Ganjar berhasil mereda kemarahan orang tua murid. Ganjar menyatakan anak dari Sukesi dan cucu dari Turtiantoro memang tersisih dari PPDB SMA Negeri 4 Semarang. Ganjar menyarankan mereka mendaftarkan anak mereka ke sekolah swasta.
 
"Orang tua jangan menakut-nakuti. Tidak terlalu penting di mana sekolahnya, yang terpenting setelah sekolah mau mau kuliah di mana," terang Ganjar.
 

 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif