Kantor KPID Jateng yang berada di kawasan Tri Lomba Juang, Semarang. (Metrotvnews.com/ Dhana Kencana)
Kantor KPID Jateng yang berada di kawasan Tri Lomba Juang, Semarang. (Metrotvnews.com/ Dhana Kencana) (Dhana Kencana)

Lagu Jupe, Saykoji, hingga Jamrud Dibatasi Peredarannya

cabul
Dhana Kencana • 29 Desember 2015 12:30
medcom.id, Semarang: Selain melarang peredaran sejumlah lagu, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah juga membatasi peredaran beberapa lagu. Bahkan, lagu yang dipopulerkan penyanyi nasional pun terkena pembatasan.
 
Lagu yang dipopulerkan oleh Della Puspita berjudul Apa Aja Boleh dilarang diputar di radio dan televisi di Jawa Tengah. Lagu tersebut bersama enam lagu lainnya juga dilarang. Di antaranya lagu Hamil Duluan yang dipopulerkan Tuty Wibowo, lagu Maaf Kamu Hamil Duluan dipopulerkan Ageng Kiwi, serta Pengen Dibolongi yang dipopulerkan oleh Aan Annisa.
 
Selain pelarangan, KPID Jateng juga membatasi pemutaran sebanyak 46 lagu. Lagu-lagu yang dibatasi dipopulerkan oleh sejumlah artis terkenal. Di antaranya lagu Cucak Rowo yang dipoulerkan oleh Didi Kempot, Pentil Kecakot yang dipopulerkan Cak Diqin dan Wiwid, serta Berontak Dalam Sempak yang dipopulerkan Saykoji.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lagu Belah Duren milik Julia Perez, Bare-Bare yang dinyanyikan Siti Badriah, dan Surti Tejo yang dipopulerkan oleh grup band Jamrud juga dibatasi peredarannya oleh KPID Jateng.
 
Korbid Aduan dan Pengawasan Isi Siaran KPID Jateng, Tazkiyyatul Muthmainnah mengatakan lagu-lagu yang berkategori dibatasi boleh diputar pada jam tertentu. "Dibatasi artinya, lagu tersebut hanya dapat disiarkan pada jam dewasa (22.00–03.00 WIB)," kata dia.
 
Sedikitnya ada 46 judul lagu yang masuk kategori dibatasi. Namun, Tazkiyyatul mengatakan, tidak menutup kemungkinan ada judul lagu di luar daftar yang juga berkategori dilarang atau dibatasi penyiarannya.
 
Berikut adalah daftar lagu yang dilarang dan dibatasi pemutarannya di Jawa Tengah.
 
Dilarang:
 
Apa Aja Boleh, Della Puspita
Menyarankan seks bebas
 
Hamil Duluan, Tuty Wibowo
Menggambarkan kehidupan seks bebas
 
Maaf Kamu Hamil Duluan, Ageng Kiwi
Menyarankan seks bebas
 
Pengen Dibolongi, Aan Annisa
Menyarankan seks bebas
 
Mobil Bergoyang, Lia MJ dan Asep Rumpi
Menggambarkan aktivitas seks bebas
 
Bombassu, JHF
Berisi makian dan kata-kata kasar
 
Njaluk Kelon, Ratna Antika dan Sodiqin
Melecehkan perempuan, menyarankan seks bebas, dan terdapat kata-kata kasar
 
Kudu Misuh, Dalang Poer
Berisi kata kasar dan makian, kata diancuk mengandung pengertian persetubuhan
 
Dibatasi:
 
Mucikari Cinta, Rimba Mustika
Judul menggunakan kata-kata yang tidak pantas
 
Melanggar Hukum, Mozza Kirana
Menyarankan perbuatan perselingkuhan
 
Buka Bungkus, Didi Kempot
Berkonotasi cabul
 
Cucak Rowo, Didi Kempot
Berkonotasi cabul
 
Sarinthol, Didi Kempot
Menggunakan unsur kata yang berkonotasi kelamin dan merendahkan perempuan
 
Penak Mlumah, Cak Diqin & Wiwid
Berkonotasi cabul
 
Pentil Kecakot, Cak Diqin & Wiwid
Berkonotasi cabul (menyebut bagian tubuh perempuan ‘puting’)
 
Watu Cilik, Ratna & Sodik
Berkonotasi cabul dan mengarahkan publik pada kata-kata yang menunjuk kelamin dan bagian vital
 
Berontak dalam Sempak, Saykoji
Berkonotasi cabul dan membicarakan “kelamin lelaki”
 
Satu Jam Saja, Saski
Berkonotasi cabul dan menyarankan kebebasan seks
 
Cinta Satu Malam, Melinda
Berkonotasi seks bebas
 
Belah Duren, Julia Perez
Berkonotasi cabul
 
Jupe Paling Suka 69, Julia Perez
Berkonotasi aktivitas seks
 
Aw-Aw, Melinda
Berkonotasi pada aktivitas seksual
 
Wanita Lubang Buaya, Minawati Dewi
Berkonotasi pada kelamin perempuan
 
Ada yang Panjang, Lia Syakila
Berkonotasi pada kelamin laki-laki dan persetubuhan
 
Kesaktianmu, Winner
Mengandung konotasi persetubuhan
 
Si Nani, Paijo Londo
Terdapat kata-kata yang berkonotasi cabul
 
Ijinkan Aku Selingkuh, Pulpen Band
Menyarankan perselingkuhan
 
Wedhus, Ratna Antika
Mengandung konotasi perbuatan seks bebas dan merendahkan martabat perempuan
 
Simpanan, Zilvana
Menyarankan perselingkuhan
 
Cabe-Cabean, Imeymey
Merendahkan perempuan
 
Bara-Bare, Siti Badriah
Berkonotasi melegalkan prostitusi
 
Aku Pengen Dipacarin, Diora Ariendita
Berkonotasi negatif/Gaya berpacaran yang berlebihan
 
Burung Saya, Iceu Wong
Berkonotasi alat kelamin
 
Gak Jaman Punya Pacar Satu, Lolita
Menyarankan perbuatan perselingkuhan
 
Pacar Temenku, Shamila Cahya
Menyarankan perbuatan perselingkuhan
 
Ngidam Pentol, Wiwik dan Sodiq
Berkonotasi alat kelamin
 
Duren Pecah Tengah, Wawan
Berkonotasi negatif
 
Janchuk, Sonata
Menggunakan kata-kata kasar
 
Roti Kempit, Wawan
Berkonotasi Cabul
 
Kebelet 1, Deny Sonata
Mengandung unsur sensualitas yang mengarah ke aktivitas seksual
 
Kebelet 2, Deny Sonata
Mengandung unsur sensualitas yang mengarah ke aktivitas seksual
 
Njaluk Kelon, Ratna Antika dan Sodiqin
Mengandung unsur sensualitas yang mengarah ke aktivitas seksual
 
Kentang Jembut, Deny
Judul Berkonotasi Cabul
 
Bokong Semok, Gendhing dan Tayub
Berkonotasi cabul
 
Cowok Oplosan, Geby Ge
Melecehkan/menghina identitas gender tertentu
 
Angge-Angge Orong-orong, Fathurrahman Nur Aziz
Mengesankan wanita sebagai obyek seks
 
Nyidam Jemblem, Ayu Octavia dan Fendik
Berkonotasi alat kelamin
 
Rondo Teles Ora Katokan, Cak Dikit
Berkonotasi cabul
 
Nasi Uduk (Cucak Rowo 2), Tieska Saharani & Wahyu WB
Berkonotasi alat kelamin dan aktivitas seksual
 
Surti Tejo, Jamrud
Menggambarkan aktivitas persenggamaan dan mengandung kata kasar
 
Udin Sedunia, Udin 
Merendahkan nama orang tertentu dan berpotensi menyinggung orang tertentu
 
Merem-merem Melek, Ellicya
Berisi konotasi aktivitas persenggamaan
 
Merem Melek, Desy Ning Nong
Berkonotasi mesum
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif