Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id. ()

Pabrik Obat Palsu di Semarang Dibongkar Polisi

obat palsu
10 Juli 2019 21:12
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipider) Bareskrim Polri menggerebek pabrik obat palsu di Semarang, Jawa Tengah. Pemilik pabrik berinisial AF dan tujuh anak buahnya turut diboyong polisi. 
 
“Pemilik ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen M Fadil Imran di Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019. 
 
Menurut Fadil penyidik kemudian melakukan pengembangan di kantor kawasan Pulogadung Jakarta Timur dan gudang di Lippo Karawaci Tangerang dengan mengamankan enam orang pegawai yang masih diperiksa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Selain itu, mengamankan dokumen-dokumen transaksi perusahaan dan obat-obatan (dalam proses penghitungan dan pencatatan) dan menetapkan status quo TKP pada dua gudang milik tersangka yang diduga sebagai tempat produksi dan penyimpangan bahan baku,” ujarnya.
 
Fadil membeberkan modus operandi pelaku yakni dengan menggunakan perusahaannya sebagai Pedagang Besar Farmasi (PBF) atau menyalurkan produk obat-obatan ke apotek-apotek seolah-olah produk obatnya adalah obat paten. 
 
Bahan baku obat, sambung Fadil dikemas ulang sendiri menjadi obat seolah-olah merek paten, mencetak dan menentukan waktu kedaluwarsa, mengubah obat-obatan dari subsidi pemerintah (JKN/BPJS) menjadi seolah-olah non subsidi. 
 
“Kemudian, barang tersebut didistribusikan melalui perusahaannya sendiri ke apotek-apotek dan menjual langsung ke beberapa pemesan,” katanya.
 
Di samping itu, Fadil mengatakan bahan baku obat diperoleh dari perusahaan milik tersangka AF dan apotek-apotek di wilayah Semarang. Bahkan, salah satunya toko di Pancoran.
 
“Bahan baku kemasan diperoleh dari Surabaya,” katanya.
 
Atas perbuatannya, Fadil mengatakan pelaku dijerat Pasal 196 Jo Pasal 98 (Ayat 2 dan 3) dan/atau Pasal 197 Jo Pasal 106 (Ayat 1) UU RI Nomor 36/2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 62 (Ayat 1) Jo Pasal 8 (ayat 1) huruf a dan/atau huruf d UU RI Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.
 
“Penyidik juga menyita barang bukti berupa beberapa alat produksi seperti mesin press kompresor, mesin vacum, mesin capsul printer, bahan pembuat obat, bahan pendukung dan obat siap edar dengan beberapa merek. Masyarakat diimbau harus hati-hati membeli obat,” ujarnya.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif