Petugas gabungan dari Polrestabes Semarang dan Satpol Pamong Praja Provinsi Jateng berupaya menjaga jarak agar tidak terjadi bentrok antarkedua kubu.
Jarak antara kubu pendukung dan penolak pabrik PT Semen Indonesia yang menggelar aksi tersebut hanya sekitar 50 meter.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Para pendukung dan penolak pabrik semen terlihat membawa sejumlah spanduk dan poster bertuliskan aspirasi masing-masing kubu.
Seratusan pendukung pabrik semen yang tergabung dalam Laskar Brotoseno dan Aliansi Budaya Masyarakat Jateng untuk Rembang Bersatu menampilkan berbagai kesenian serta tarian daerah.
Sementara itu, puluhan penolak pabrik semen yang difasilitasi Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) dan didominasi kalangan perempuan menggelar selawat sambil duduk di trotoar sambil berpayungan.

Pendukung pabrik semen di Rembang berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jateng, Selasa (27/12/2016). (Ant/R Rekotomo)
Wahyudi selaku koordinator pendukung pabrik semen memandang pabrik semen di Rembang membawa manfaat dan berdampak positif terhadap kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat.
"Untuk itu, kami mendukung Jateng untuk maju dan mengajak warga Rembang bersatu menuju kesejahteraan dan kemakmuran," katanya.
Melalui aksi simpatik ini, kata dia, kegaduhan di Rembang bisa segera berakhir dengan baik dan pabrik semen dapat secepatnya beroperasi.
Patut diketahui, pada 5 Oktober 2016, Mahkamah Agung mengabulkan Peninjauan Kembali yang diajukan petani Rembang dan LSM Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi). Objek yang disengketakan terkait izin lingkungan pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di pegunungan Kendeng, Rembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
