Sejak berdiri, desa tersebut sampai saat ini belum menikmati aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara. Bahkan, tidak pernah tersentuh bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kendal.
Dusun Promasan berjarak 15 kilometer dari pusat pemerintahan Desa Ngesrep Balong. Untuk menjangkaunya, harus melalui jalan berkelok menyusuri perbukitan dan bebatuan.
Berada di tengah perkebunan teh Medini, dusun ini seperti benar-benar terisolasi. Tak ada sekadar warung sembako. Untuk belanja keperluan sehari-hari warga harus ke luar dusun. Perkampungan ini dihuni 18 kepala keluarga. Mayoritas menjadi pemetik teh.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
“Kami belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah, aliran listrik dilakukan secara swadaya dibantu para relawan,” kata tokoh setempat, Mbah Sangirin, Senin, 27 Maret 2017.

Embung penampung air untuk mikrohidro.
Aliran listrik itu baru bisa dinikmati enam tahun belakangan. Listrik berasal dari teknologi mikrohidro. Warga membuat embung dan membuat aliran air guna menggerakkan turbin. Perputaran dinamo itu menghasilkan arus listrik.
Mbah Sangirin berharap pemerintah bisa memberikan bantuan baik aliran listrik dari PLN maupun bantuan infrastruktur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
