Bocah 12 tahun yang mengaku bernama Veli Kurnia Susilowati bersama petugas Dinsos Kendal, Jateng, Selasa (19/4/2016). (Metrotvnews.com/Iswahyudi)
Bocah 12 tahun yang mengaku bernama Veli Kurnia Susilowati bersama petugas Dinsos Kendal, Jateng, Selasa (19/4/2016). (Metrotvnews.com/Iswahyudi) (Iswahyudi)

Mencari Ayah Kandung, Bocah 12 Tahun Tersesat Sejauh 221 Km

penelantaran anak
Iswahyudi • 19 April 2016 15:07
medcom.id, Kendal: Mengaku sering dianiaya ayah tiri, seorang bocah asal Cilanggir, Bantar, Wonorejo, Cilacap terlantar hingga Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Bocah perempuan yang mengaku berusia 12 tahun ini ditemukan di Pasar Sore Kaliwungu oleh petugas Dinas Sosial.
 
Bocah perempuan yang mengaku bernama Veli Kurnia Susilowati tampak mengalami trauma psikis. Saat diajak petugas Dinsos, Veli mengamuk. Bocah yang pernah sekolah hingga kelas 6 di SDN 6 Cilanggir, Cilacap ini berontak dan meronta ingin bertemu ayah kandungnya.
 
Setelah dibujuk, akhirnya Veli mau diajak ke Kantor Dinsos. Saat wartawan menemui, bocah ini sudah tampak bersih. Tidak lusuh seperti saat ditemukan. 
 
“Aku ingin pulang, kangen sama ayah Malik. Aku disuruh pergi sama ayah tiri. Aku ingin ketemu ayah Malik,” ujar Veli di Kantor Dinsos Kendal, Selasa (19/4/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Veli mengaku punya ayah bernama Malik dan ibu bernama Siti Aryani. Sambil terus memeluk petugas yang mendampingi, Veli menceritakan awal dia terlantar. Dia mengaku kerap disiksa oleh ayah tirinya.
 
Bahkan, dia disuruh pergi oleh ayah tirinya. Dia pergi dari Cilacap dengan tujuan mencari ayah kandungnya. Namun, terlantar di wilayah Kaliwungu, Kendal. Jarak antara Cilacap-Kendal mencapai 221 kilometer.
 
Kepala Dinsos Kendal Kuncahyadi mengatakan, dari keterangan anak tersebut, ayah kandung Veli berada di Kabupaten Banjar, Jawa Barat. Dikatakan, di tubuh Veli banyak bekas luka di kaki maupun tangan. Bahkan menurut pengakuan anak tersebut, tangan jempol kirinya cacat setelah disetrum oleh ayah tirinya.
 
“Kemarin anaknya sempat kami titipkan di panti asuhan, namun pada malam hari ia menagis dan mengamuk. Akhirnya anak tersebut kami bawa ke kantor Dinsos, kami sedang berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Cilacap agar bisa mengambil anak tersebut dan diserahkan pada orangtuanya,” jelas Kuncahyadi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif