Rangkaian Pesta Lomban diawali dengan kirab kerbau dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu Jepara, menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jobokuto, Selasa (12/7/2016). Kirab kerbau diikuti ratusan masyarakat nelayan. Turut serta dalam kirab Bupati Jepara Ahmad marzuqi, Ketua DPRD Kabupaten Jepara Dian Kristiandi, dan tokoh masyarakat nelayan.
Tiba di RPH Jobokuto, kerbau yang dikirab lantas disembelih oleh Bupati Marzuqi. Kepala kerbau akan dilarung ke laut, besok Rabu 13 Juli 2016. Sementara, dagingnya dimasak untuk dimakan bersama masyarakat nelayan.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Agus Tri Harjono menyampaikan, kirab kerbau merupakan prosesi baru dalam rangkaian ritual Pesta Lomban. Sebelumnya, prosesi kirab kerbau tak ada.
“Kirab ini menunjukan bahwa yang disembelih itu kerbau dan kepala yang dilarung ke laut benar-benar kepala kerbau,” ujar Agus.
Agus menambahkan, hasil masakan daging kerbau akan digunakan masyarakat nelayan untuk makan bersama di TPI Ujungbatu sembari menyaksikan pertunjukan wayang kulit semalam penuh.
Bupati Marzuqi mengatakan, menyembelih kerbau diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk bersedekah. Daging kerbau disedekahkan pada masyarakat. Sementara, kepala kerbau yang dilarung dimaksudkan sebagai sedekah untuk mahluk Tuhan yang ada di laut.
“Semoga Allah benar-benar menerima sedekah ini. Diharapkan dengan bersedekah dapat menjadi penolak bala,” kata Marzuqi.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Dalam rangkaian larung kepala kerbau esok, polisi menyiapkan pengawal khusus. Polres Jepara akan mengawal kapal pembawa kepala kerbau.
Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menyampaikan, biasanya begitu sesaji dijatuhkan ke laut, nelayan yang turut serta melarung langsung berebut mendapatkan sesaji.
“Kami tidak ingin insiden kapal terbalik hingga jatuh korban belasan orang terulang,” tandas Samsu sembari bilang akan menurunkan kapal patroli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
