Para pekerja jurnalistik berbagi cerita serunya memproduksi tayangan atau program kepada ratusan mahasiswa. Keseruan itu tampak dalam sesi seminar jurnalistik di Gedung Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Kamis 28 April 2016.
Produser My Trip My Advanture (MTMA) Trans TV Yessy Yani Agus menceritakan sulitnya proses syuting acara di luar ruangan. Dia mengaku tim harus berhitung dengan cuaca yang kerap berubah.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Untuk bikin program MTMA enggak gampang. Karena lokasi-lokasi yang kita kunjungi antimainstream. Medannya berat," ujar Jes, panggilan akrab Yessy.
Jes berujar, seringkali hasil syuting sangat berbeda dengan hasil riset yang dilakukan sebelumnya. Perubahan cuaca, kata dia, bisa mengubah segalanya.
"Kami harus putar otak, energi, dan tenaga untuk menampilkan sisi menarik dari suatu tempat. Kadang karena cuaca lokasi syuting sangat berubah dengan hasil riset kami," jelas Jes sembari bilang pernah menghentikan syuting karena host terluka.
Tantangan berbeda juga dialami produser Mata Najwa Metro TV Dahlia Citra Buana. Ia memikul tanggung jawab berat untuk bisa mengemas acara diskusi politik dengan topik berat menjadi acara menarik ditonton dan mudah dicerna.
"Yang paling sulit kita harus bisa mempertahankan perhatian penonton selama acara supaya jari mereka enggak memindahkan tombol TV ke stasiun lain," kata Dahlia.
Karenanya, tim Metro TV rutin melakukan tukar ide. Masukan dari tiap anggota tim diramu untuk menghasilkan isu yang layak dihidangkan ke pemirsa. "Hasilnya, Mata Najwa on stage di Malang kemarin masuk Muri, dihadiri 250 ribu penonton," pungkasnya.
Roadshow Jurnalistik ATVSI di Yogyakarta berlangsung selama dua hari sejak Rabu 27 April hingga Kamis 28 April 2016. Kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial donor darah dan sosialisasi pencegahan kanker payudara oleh Lovepink Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
