Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri di Boyolali, Jawa Tengah, Rabu, 3 Juli 2019. Medcom.id/ Pythag Kurniati.
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri di Boyolali, Jawa Tengah, Rabu, 3 Juli 2019. Medcom.id/ Pythag Kurniati. (Pythag Kurniati)

Menaker Sebut Pentingnya Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja

tenaga kerja
Pythag Kurniati • 03 Juli 2019 19:42
Boyolali: Sertifikasi kompetensi tenaga kerja dinilai sebagai hal penting di era persaingan global. Sertifikasi tersebut dibutuhkan sebagai tolok ukur di dunia perindustrian.
 
"Saat ini adalah era sertifikasi kompetensi, salah satunya di sektor teknologi informasi," kata Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri saat menjadi pembicara dalam kompetisi di Microsoft Office Spesialist (MOS) dan Adobe Certified Associate (ACA) di Boyolali, Jawa Tengah, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Hanif menerangkan, ada dua hal yang menjadi fokus di dunia ketenagakerjaan. Pertama akses dan mutu pelatihan. Kemudian akses dan mutu sertifikasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita genjot untuk mendapat pelatihan berkualitas dan mendapatkan sertifikasi yang berkualitas pula," jelas Hanif.
 
Hanif menjelaskan dengan sertifikat tersebut tenaga kerja mampu bersaing. Bahkan dengan tenaga kerja di luar negeri. Pekerja pun tidak kesulitan jika mencari pekerjaan di negara lain.
 
Hanif menerangkan saat ini program sertifikasi juga dapat difasilitasi melalui tiga tempat. Yakni Balai Lapangan Kerja (BLK), Sekolah Menengah Kejuruan serta Politeknik.
 
"Tiga ini yang digenjot pemerintah untuk mengisi enam sektor utama, di antaranya pariwisata, industri manufaktur, termasuk ekonomi digital," ungkap Hanif.
 
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Tenaga Kerja juga menggenjot peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia lewat kartu prakerja. Hanif menyebut, program dibagi dalam tiga kategori.
 
"Yaitu skilling, upskilling, dan reskilling," beber Hanif.
 
Skilling diperuntukkan bagi angkatan kerja yang belum memiliki kemampuan agar mengantongi keahlian. Kemudian upskilling diperuntukkan bagi mereka yang memiliki skill namun ingin meningkatkan kemampuannya.
 
Selanjutnya, bagi yang sudah memiliki keahlian dalam bidang tertentu namun ingin mengubah dan mengembangkan keahlian dalam bidang lain difasilitasi oleh program reskilling. Hanif mencontohkan, misalnya diperuntukkan bagi tenaga kerja korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif