Presiden Joko Widodo mengungkapkan permintaan warga tersebut tidak akan mengganggu progres pembangunan jalan tol. Dia yakin pembangunan tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Saya sudah dengar dari masyarakat. Itu akan diakomodir, akan dihitung teknisnya lagi,” ujar Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan jalan tol Solo-Kertosono di Desa Weru, Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (15/10/2016).
Presiden memberikan sinyal persetujuan dibangunnya underpass namun hanya pada beberapa titik yang dianggap paling banyak dibutuhkan dan dilalui masyarakat. “Kalau sejak awal direncanakan di bawah itu akan lebih gampang, dari segi biaya juga hampir sama. Dari segi estetika menurut saya juga lebih bagus di bawah,” kata dia.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Sedangkan Direktur Utama PT. Solo Ngawi Jaya David Wijayatno mengungkapkan akan melakukan pendekatan kepada masyarakat yang menuntut dibangunnya underpass.
“Masalah protes warga sudah kita selesaikan, nanti akan kita bicarakan. Sepanjang teknis memungkinkan, bisa kita penuhi. Namun kalau tidak memungkinkan kita cari solusi lain,” jelas David.
Ia mengatakan, masih ada alternatif solusi seperti pembangunan frontage road atau jalan samping. “Seperti di Sidoarjo itu kan ada jalan samping menuju Jalan Raya Gemolong. Warga akan tetap punya akses,” tutup dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(DRI)
