Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id. (Ahmad Mustaqim)

105.234 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Kekeringan

kemarau dan kekeringan
Ahmad Mustaqim • 03 Juli 2019 12:07
Gunungkidul: Musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya debit air bersih mulai meluas di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari total 14 kecamatan terdampak, lebih dari 100 ribu warga Gunungkidul mengalami kesulitan mengakses kebutuhan air bersih. 
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan, perkiraan sebagaian wilayah akan mengalami kekeringan mulai terjadi. Dari perkiraan 15 kecamatan, saat ini sudah sebanyak 14 kecamatan terdampak kekeringan di musim kemarau. 
 
"Daerah-daerah terdampak parah kekeringan sudah kami suplai kebutuhan air bersih, di 14 kecamatan itu. (Bantuan air bersih) ada dari BPBD maupun dari lembaga lain," ujar Basuki saat dihubungi di Yogyakarta pada Rabu 3 Juli 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Basuki menuturkan, total jumlah warga terdampak ada sebanyak 105.234 jiwa. Jumlah tersebut tersebar di 14 kecamatan. Warga terdampak paling banyak berada di Kecamatan Girisubo dengan total 21.592 jiwa. Kemudian Kecamatan Paliyan (16.978 jiwa), Kecamatan Tepus (12.441 jiwa), Kecamatan Tanjungsari (11.186 jiwa), Kecamatan Rongkop (9.902 jiwa), Kecamatan Panggang (8.986 jiwa), Kecamatan Nglipar (5.100 jiwa), Kecamatan Purwosari (4.032 jiwa), Kecamatan Ngawen (3032 jiwa), Kecamatan Patuk (2962 jiwa), Kecamatan Ponjong (2.411 jiwa), Kecamatan Semanu (1.968 jiwa), dan Kecamatan Semin (1.192 jiwa). 
 
Selain kecamatan di atas, ada sejumlah kecamatan yang juga terdampak. Misalnya Kecamatan Saptosari, Kecamatan Playen, Kecamatan Wonosari, dan Kecamatan Karangmojo yang terdapat beberapa RT mengalami kekurangan air bersih. 
 
"Misalnya di (Kecamatan) Wonosari di Desa Wunung, di sana SPAM Des-nya bermasalah. Jadi warga membutuhkan bantuan air bersih," jelasnya. 
 
Basuki mengutarakan ada sekitar delapan kecamatan yang bisa secara mandiri memberikan bantuan air bersih untuk warganya. Delapan kecamatan ini sudah memiliki mobil tangki sendiri. Lalu, ada sebanyak enam kecamatan yang hanya bisa mengandalkan bantuan pasokan air bersih dari BPBD. 
 
"Enam kecamatan ini ada Purwosari, Girisubo, Rongkop, Tepus, Paliyan dan Panggang. Kami juga mendapat bantuan air bersih untuk warga dari pihak ketiga," katanya. 
 
Ia mengatakan telah melakukan koordinasi dengan masing-masing kecamatan di setiap ada bantuan yang akan disalurkan. Situasi ini dilakukan untuk mengihindari tumpang-tindih bantuan. 
 
Dihubungi terpisah, Camat Tanjungsari, Rakhmadian Wijayanto mengatakan ada lima desa di wilayahnya yang terdampak kekeringan. Meski terdapat saluran PDAM, namun ada wilayah yang berada di pegunungan kekurangan air bersih. "Banyak warga kami yang terdampak kekeringan saat ini," ujarnya.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif