Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal. (Ahmad Mustaqim)

Sudah Puluhan Kebakaran Terjadi di Bantul

kebakaran
Ahmad Mustaqim • 03 Juli 2019 13:25
Bantul: Puluhan peristiwa kebakaran mendera Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagian besar terjadi pada musim kemarau.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto mengatakan peristiwa kebakaran cukup sering terjadi di wilayahnya. Ia mencatat ada sebanyak 89 peristiwa kebakaran terjadi hingga awal Juli ini.
 
"Kejadian paling menonjol itu pada Mei bulan puasa kemarin. Hampir separo dari jumlah total terjadi saat awal musim kemarau ini," kata Dwi saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 3 Juli 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Dwi, lokasi kejadian kebakaran dominan berada di pemukiman dan pekarangan warga. Semantara, kekabaran di hutan terbilang sedikit. Melihat hal itu, ia menilai masyarakat masih sering ceroboh. 
 
"Kebakaran lebih banyak karena kecerobohan masyarakat. Kalau di pemukiman karena hubungan arus pendek. Memang tak ada korban jiwa, tapi keriguan materiil, kerugian harta benda pasti," jelas Dwi.
 
Potensi kasus kebakaran masih sangat besar di musim kemarau ini. Apalagi, perkiraan musim kemarau terjadi lebih dari tiga bulan ke depan. Ia mengimbau masyarakat lebih bijak dalam menggunakan api atau benda apapun yang mudah terbakar. 
 
"Tidak mungkin ada api tapi tidak ada pemantik. Mohon untuk pendewasaan masyarakat. Pembakaran sampah ditunggui, tidak ditinggal. Jika ditinggal bisa berdampak ke yang lain," beber Dwi.
 
Dwi mengatakan BPBD bantul telah melakukan sosialisasi ke 14 desa yang dianggap paling rawan terjadi kebakaran. Warga diberikan pemahaman dan dilatih untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak kebakaran pada musim kemarau di masyarakat. 
 
"Kami antisipasi (kebakaran) dengan melatih masyarakat untuk menjadi barisan relawan kebakaran. Harapannya masyarakat yang dilatih bisa menginformasikan ke yang lain untuk menjaga situasi musim kemarau. Jangan sampai ada percikan api ke benda yang mudah kebakaran. Kita tetap siaga 24 jam," ungkap Dwi.
 
Selain kebakaran, BPBD Bantul juga mencatat ada empat kecamatan terdampak kekeringan. Empat kevamatan itu yakni Pleret, Imogiri, Dlingo, dan Pandak. Semua wilayah terdampak itu telah mengajukan bantuan air bersih. Ia mengimbau pengajuan bantuan air bersih disertai kelengkapan data, termasuk jumlah warga terdampak. 
 
"Total ada ada 15 sampai 20 desa terdampak kekeringan. Kami belum tahu kekeringan tahun ini apakah seperti tahun sebelumnya atau tidak. Kita lihat sebulan ke depan. Kami juga sudah siapkan sarana dan prasarana untuk pengiriman bantuan," pungkas Dwi.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif