Kedua zona baru tersebut diharapkan akan semakin menjadikan kebun binatang di Kota Yogyakarta itu semakin nyaman dikunjungi. "Lebih menarik dan lebih menyenangkan sehingga akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta," kata Ketua Yayasan Gembira Loka Zoo, GBPH Yudhaningrat, Sabtu (27/2/2016).
Menurut Gusti Yudha--demikian biasa disapa--dengan pembangunan dua wahana satwa itu diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata baik di Gembira Loka secara khusus, maupun di Yogyakarta. "Diharapkan mampu meningkatkan jumlah wisatawan di kota pariwisata ini," kata dia.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Selain zona karnivora dan kandang unta, manajemen GL Zoo juga membangun central cervice atau pusat pelayanan pengunjung yang nantinya terdiri atas poliklinik bagi pengunjung, toilet umum, dan toilet khusus bagi difabel. Selain itu, ada halte taring (transport keliling), food court atau pusat jajanan serba ada dengan dibangun dua lantai, dan ruang khusus untuk ibu menyusui.
Direktur Utama GL Zoo KMT A. Tirtodiprojo mengatakan butuh dana Rp4 miliar untuk membangun zona-zona itu. Zona baru itu ditargetkan selesai akhir 2017.
Pembangunan zona karnivora dan kandang unta itu, menurut dia, juga berkaitan dengan kesejahteraan satwa. "Untuk pembangunan zona karnivora, kami perlu merelokasi kandang unta ke lokasi kandang sapi bali yang mirip banteng jawa," kata dia.
Menurut dia, kandang unta yang akan dibangun berkonsep Timur Tengah dan bernuansa piramid. WAhana ini diperkirakan baru bisa dinikmati pengunjung pada liburan Lebaran nanti.
Manajer Marketing dan Pengembangan Gembira Loka Zoo Agnes Armi mengatakan akan menaikkan harga tiket masuk di kawasan kebun binatang mulai 1 Maret 2016.
Harga tiket masuk yang biasanya Rp20.000 untuk hari kerja (Senin-Jumat) menjadi Rp25.000 per orang dan harga tiket untuk hari libur (Sabtu-Minggu) dari Rp25.000 menjadi Rp30.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
