"Delapan kecamatan yang dimaksud masing-masing Kecamatan Paranggupito, Giritontro, Giriwoyo, Pracimantoro, Manyaran, Eromoko, Nguntoronadi, dan Kecamatan Selogiri," kata Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto, Jumat 15 September 2017.
Menurut Bambang, kekeringan di Wonogiri terjadi sejak Agustus. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Oktober 2017.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Bambang menambahkan, pihaknya telah melakukan pemantauan hingga mengirimkan pasokan air bersih ke daerah terdampak kekeringan. "Sampai saat ini, tercatat 550 tangki telah didistribusikan ke wilayah-wilayah kekeringan," kata dia.
Setiap tangki, berisi 5.000 liter air bersih. Biasanya, satu orang membutuhkan 60 liter air dalam satu hari.
Selain memasok air bersih, BPBD juga berupaya menyelesaikan persoalan secara permanen. Misalnya, dengan revitalisasi embung, optimalisasi jaringan perpipaan, dan pembuatan sumur bor.
Terpisah, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Sarwa Pramana mengungkapkan, secara total ada 135 kecamatan dan 383 desa di Jawa Tengah yang terdampak kekeringan. "Antara lain di wilayah Jepara, Banjarnegara, Wonogiri, Kebumen, Banyumas, Demak, Purbalingga," terangnya.
Hingga saat ini, BPBD di seluruh Jawa Tengah telah menyalurkan 3.818 tangki air ke wilayah-wilayah kekeringan di Jawa Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
