Rumah yang beralamat di Desa Karangjunti, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes ini ramai pasca mendapat kabar Karni dihukum mati dengan cara ditembak.
“Ya benar mas, keluarga dan tetangga serta kerabat mulai berdatangan memanjaatkan doa sejak pukul 20.00 malam. Dan hingga kini rumah Karni masih ramai dipenuhi warga,” kata Lurah Karangjunti Zaenab, di Loasari, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2015) malam.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pantauan dilokasi, sejumlah pejabat kecamatan dan dinas sosial setempat juga hadir, menyusul kabar kedatangan kepala BNP2TKI Nusron Wahid. Seorang warga bernama M Falah (50) mengatakan, Karni menjadi TKI di Arab Saudi sejak tahun 2009. Ia kerap pulang kampung dua tahun sekali untuk melepas rindu dengan keluarga.
"Namun sejak tahun 2012 lalu, Mbak Karni terlihat ndak pulang. Dan kami dengar katanya ada masalah di Arab.Tahu-tahu hari ini dikabarkan sudah dihukum mati,” ucapnya saat acara tahlilan.
Kasus Karni binti Medi Tarsim dikatakan kritis karena pihak keluarga korban menolak untuk menerima uang diyat atau uang darah. Pihak keluarga hanya menginginkan Karni segera dieksekusi mati.
Untuk Karni, kasusnya pun dianggap sebagai kasus yang keji. Dirinya bekerja di sebuah keluarga di Yanbu dan setelah tiga tahun, dirinya bekerja tanpa masalah.
Namun masalah datang ketika Karni yang berangkat ke Arab Saudi lalu, membunuh bayi yang diasuhnya. Mendengar putrinya, sang ayah yang panik mengenderai mobil dengan kencang dari kantornya. Dalam perjalanan tersebut sang ayah menabrak dua pengendara lain hingga tewas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(Des)
