Pantauan Metrotvnews.com, jarak bibir pantai hingga bangunan semakin mendekat. Bahkan ada bangunan yang jaraknya hanya satu meter dari batas terjangan ombak. Meski demikian, ada pula puluhan bangunan yang berjarak hanya puluhan meter dari bibir pantai.
Warga setempat, Kawan, mengatakan abrasi yang sempat menggerus jarak bangunan dengan pantai terjadi beberapa hari terakhir. Bahkan, ia sempat menyebutkan ada ombak yang masuk ke dalam rumah warga.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Ombak dengan kategori besar terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Mulai surut pukul 10.00 WIB. Kalau malam sekitar pukul 20.00 WIB ombaknya juga besar," katanya saat ditemui di Pantai Depok, Kamis (1/9/2016).

Sebuah saluran pembuangan air terlihat setelah dalam tiga hari terakhir diterjang ombak
Lelaki 55 tahun ini mengatakan gelombang yang telah terjadi selama tiga hari terakhir itu telah menghantam saluran pembuangan air yang diarahkan ke pantai. Ia menyebutkan, ada sebanyak enam saluran pembuangan air yang rusak akibat hantaman ombak.
"Beberapa hari lalu (saluran pembuangan air) ini tidak kelihatan. Karena kena ombak terus, hanyut beserta pipanya," ucapnya sambil menunjuk bekas lokasi saluran pembuangan yang hilang.
Surono, warga Pantai Depok, mengungkapkan jaringan saluran pipa pembuangan dari fasilitas umum juga ikut hanyut. Ia mengatakan ada tiga pipa sambungan yang masing-masing memiliki panjang empat meter, ikut hanyut terkena ombak.
"Pipa yang hanyut juga dari saluran pembuangan air tempat parkir. Daratannya tergerus terus, pipanya hanyut," kata lelaki 63 tahun ini.

Seorang warga Pantai Depok mencoba mengevakuasi sisa pipa saluran pembungan air yang selamat dari terpaan ombak
Petugas SAR Pantai Depok, Haryono, menambahkan ombak kategori besar yang menimbulkan abrasi terjadi sejak Selasa lalu. Semula, tebing yang membatasi terjangan ombak sejauh 10 meter. Setelah terkena ombak, kini hanya berjarak beberapa meter.
"Lokasi abrasi ini sejajar dengan lokasi palung. Ya, tidak bisa diantisipasi. Kami hanya mengevakuasi barang yang berada di bangunan yang terancam abrasi," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
