Jurusan Seni Ukir di SMK N 2 Jepara, Jateng belum kantongi izin operasional dari Kemendikbud. (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)
Jurusan Seni Ukir di SMK N 2 Jepara, Jateng belum kantongi izin operasional dari Kemendikbud. (Metrotvnews.com/Rhobi Shani) (Rhobi Shani)

Diresmikan Gubernur, SMK Jurusan Seni Ukir Tak Dapat Izin Kemendikbud

pendidikan
Rhobi Shani • 08 Maret 2016 14:47
medcom.id, Jepara: Jurusan Seni Ukir di SMK Negeri 2 Jepara, Jawa Tengah, hingga kini belum mengantongi izin operasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dua tahun lalu, jurusan tersebut diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
 
Kabid Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara Mustaqim Umar, menyampaikan, kehadiran jurusan seni ukir di SMK Negeri 2 Jepara belum mengantongi izin operasional. Itu lantaran spesifikasi tenaga pengukir belum ada.
 
“Ketika ada pertanyaan siapa gurunya, kami tidak bisa menjawab. Karena memang sampai sekarang belum ada perguruan tinggi yang mempunyai lulusan guru seni ukir,” terang Mustaqim, Selasa (8/3/2016).
 
Selain terkendala tenaga pendidik seni ukir, nomenklatur jurusan seni ukir belum terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pasalnya, untuk membuka jurusan baru tidak bisa hanya diterapkan di satu daerah. Harus ada usulan serupa dari daerah lain selain Jepara.
 
“Misalnya dengan mengajak Bali atau Kalimantan Barat untuk bersama-sama ke kementerian mengajukan permohonan jurusan tersebut,” kata Mustaqim.
 
Dampak dari belum keluarnya izin operasional tersebut, Kepala SMK Negeri 2 Jepara, Subandi, menyampaikan, puluhan siswa SMK Negeri 2 Jepara yang saat ini belajar di Jurusan Seni Ukir, nantinya ketika lulus mengantongi ijazah dari Jurusan Kriya Kayu dengan spesifikasi Seni Ukir.
 
“Kami sudah mengirim surat berulangkali, tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Kalau sampai nanti izin belum juga turun, para siswa mendapakan ijazah Kriya Kayu dengan spesifikasi ukir,” terang Subandi.
 
Pemerhati seni ukir, Sutarya, menyampaikan, langkah membuka jurusan seni ukir merupakan bagian dari upaya melestarikan seni ukir di Kabupaten Jepara. Pasalnya, saat ini banyak generasi muda yang enggan belajar mengukir.
 
“Kami juga sedang berupaya agar mata pelajaran muatan lokal seni ukir tidak hanya sampai SMP, tapi juga sampai jenjang SMA. Pemerintah harus andil memikirkan kelestarian seni ukir,” ujar Sutarya, Wakil Dekan Fakultas Saintek Unisnu Jepara.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif