NEWSTICKER
Sri Sultan Hamengkubuwono X. (MTVN/Patricia Vicka)
Sri Sultan Hamengkubuwono X. (MTVN/Patricia Vicka) (Patricia Vicka)

Tekan Pernikahan Dini, Sultan HB X Imbau Bentuk Kader KB Remaja

keluarga berencana
Patricia Vicka • 02 Februari 2016 11:53
medcom.id, Yogyakarta: Tekan angka pernikahan dini di Yogyakarta, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengimbau, Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY untuk membentuk kader Keluarga Berencana (KB) remaja. Kelak, kader ini berfungsi sebagai wadah untuk remaja yang saling berdiskusi terkait KB.
 
"Bentuk Kader KB remaja. Supaya mereka bisa saling berdialog dan diskusi. Jangan ibu-ibunya yang berdiskusi soal KB ke anaknya. Nanti ribut," ujarnya di acara pencanangan Kampung KB se-DIY di Kepatihan Yogyakarta, Selasa (2/2/2016).
 
Pembentukan kader KB remaja dirasa penting. Pasalnya, remaja perlu dibekali pengetahuan pentingnya mengatur dan merencanakan pernikahan serta memiliki anak. Selain itu remaja perlu diberi pengetahuan terkait reproduksi, untuk mencegah kasus kehamilan di luar nikah. Dengan begitu, hamil di luar nikah yang juga menjadi pemicu pernikahan dini dapat dicegah. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tidak boleh tutup mata pada masalah pernikahan dini. Sekarang kecenderungan pernikahan dini terjadi pada anak SMP," kata dia.
 
Sultan memaparkan, kader yang telah terbentuk, orang tua bakal menjadi narasumber dari setiap diskusi yang dilakukan. Adanya kader KB remaja, diharapkan bisa memunculkan keterbukaan dan rasa tanggung jawab dari setiap remaja. 
 
"Siapa tahu dengan keterbukaan, timbul kesadaran di remaja dan mengerti soal tanggung jawab," tuturnya. 
 
Dalam acara tersebut, Raja Yogyakarta ini mengimbau agar para orang tua tetap bertanggung jawab kepada anaknya yang mengalami kasus hamil di luarh nikah. Para orang tua diminta untuk selalu mendampingi anaknya tersebut. 
 
"Orangtua tetap harus bertanggung jawab kepada anak-anak sampai ia berumur 18 tahun. Jangan sampai di anak (yang hamil diluar nikah) jadi korban karena tidak diterima oleh orangtua dan lingkungan," pungkasnya.
 
Data dari PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) DIY, jumlah remaja putri yang hamil di luar nikah selama 2015 yakni di  Yogyakarta 228 remaja puteri, Bantul sebanyak 276 remaja puteri, Kulonprogo dengan 105 remaja puteri, Gunungkidul ada 148 remaja puteri, Sleman sebanyak 219 remaja puteri, total terdapat 976 remaja puteri yang hamil di luar ikatan pernikahan. Sementara itu, jumlah remaja puteri usia 10 sampai 18 tahun yang melahirkan lebih banyak dibanding data remaja puteri yang hamil di luar nikah yakni sebanyak 1.078 orang dengan perincian, Yogyakarta 92 remaja puteri, Bantul 364 orang, Kulonprogo ada107 remaja, Gunungkidul sebanyak 405 remaja puteri, dan Sleman ada 110 remaja puteri. 
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif