NEWSTICKER
Orang tua dari calon siswa berkebutuhan khusus (ABK) menyambangi Kantor dinas Pendidikan Kota Yogyakarta di Jalan Hayam Wuruk, Rabu, 3 Juli 2019. Medcom.id/ Patricia Vicka.
Orang tua dari calon siswa berkebutuhan khusus (ABK) menyambangi Kantor dinas Pendidikan Kota Yogyakarta di Jalan Hayam Wuruk, Rabu, 3 Juli 2019. Medcom.id/ Patricia Vicka. (Patricia Vicka)

Orang Tua Siswa ABK Mengadu ke Dinas Pendidikan

PPDB 2019
Patricia Vicka • 03 Juli 2019 17:04
Yogyakarta: Sri Wahyuni, 39, orang tua dari calon siswa berkebutuhan khusus (ABK) menyambangi Kantor dinas Pendidikan Kota Yogyakarta di Jalan Hayam Wuruk siang tadi. Ibu lima anak ini hendak mengadukan sulitnya calon siswa ABK mendaftar ke sekolah negeri di Kota Pendidikan ini.
 
Sri datang bersama dengan sang anak, Mutiara Az Zahra. Mutiara adalah penyandang tuna rungu. Ia yang merupakan warga Kulonprogo merasa kesulitan hendak mendaftarkan Mutiara ke sekolah menengah pertama (SMPN) 13 di Kota Yogyakarta.
 
"Kami ikut jalur siswa berkebutuhan khusus (ABK) saat proses PPDB berlangsung," kata Sri di Kantor Disdik Kota Yogyakarta, Rabu, 3 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sri mengaku langkahnya terhambat lantaran nilai USBN anaknya belum keluar. Padahal nilai USBN adalah salah satu syarat utama dalam PPDB 2019. Dirinya meminta bantuan dan solusi dari Disdik kota atas permasalahan ini.
 
"Jangan sampai anak saya yang jadi korban karena kesalahan dari pihak lain," ungkap Sri.
 
Sri menambahkan jika dirinya hendak menyekolahkan Mutiara di Kota Yogyakarta karena belum ada sekolah yang mumpuni menangani ABK di daerah tempat tinggalnya di Kulonprogo. Selain itu guru-guru dan fasilitas di SMPN 13 dinilai siap dan mendukung siswa tuna rungu.
 
Sejak beberapa bulan lalu, Sri sudah mencari informasi prosedur dan persyaratan pendaftaran siswa ABK ke Dinas Pendidikan Kulonprogo dan Disdikpora Provinsi DIY. Namun ia mendapatkan jawaban yang selalu berubah-ubah. Begitu pula saat dirinya menggali informasi dari Disdik Kota Yogyakarta.
 
"Antar kabupaten dan kota ketentuannya tidak sama. Hanya dikatakan ada kuota untuk ABK," beber Sri.
 
Puncaknya ia geram saat mengetahui Mutiara terancam gagal masuk SMPN 13 lantaran nilai USBN belum keluar. Padahal nilai USBN adalah salah satu persyaratan utama calon siswa untuk mendaftar PPDB. Sri merasa adanya diskriminasi calon siswa ABK dalam PPDB.
 
"Saya berharap Dinas Pendidikan Kota bisa membantu siswa ABK menempuh pendidikan setinggi-tingginya," harap Sri.
 
Sementara Sekertaris Disdik Kota Yogyakarta Dedi Budiono mengatakan pihaknya siap membantu Mutiara mendaftarkan diri ke SMPN 13. Namun ia tengah menunggu surat pengantar dari Dinas Pendidikan Kulon progo dan Disdikpora DIY.
 
"Memang ini bukan salah anak. Tapi kami butuh landasan dan dasar untuk mengambil keputusan. Landasannya ya surat itu.  Ini untuk memberi keadilan bagi siswa lainnya," kata Dedi.
 
Usai surat tersebut diterima, Dedi akan memanggil kepala sekolah SMPN 13 dan orang tua ABK untuk melakukan pendaftaran PPDB secara manual. Ia menegaskan Pemkota memberi kesempatan yang sama kepada ABK dalam proses PPDB 2019.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif