Kepala Program Studi Geofisikan FMIPA UGM, Sismanto. (Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim)
Kepala Program Studi Geofisikan FMIPA UGM, Sismanto. (Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim) (Ahmad Mustaqim)

Kronologis Hilangnya Feby Kurnia Sebelum Ditemukan Meninggal

penemuan mayat
Ahmad Mustaqim • 03 Mei 2016 13:06
medcom.id, Yogyakarta: Feby Kurnia ditemukan tewas di lantai 5 Gedung S2 dan S3 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada, Senin (2/5/2016) petang. Mahasiswi program studi Geofisika asal Batam, Kepulauan Riau, ini diduga tewas sejak Kamis (28/4/2016) pekan lalu.
 
Kakak sepupu Feby, Dyanti Isnani Siregar, mengatakan, sempat tinggal satu indekos dengan Feby di kawasan Pogung Baru, Mlati, Sleman. Namun, sekitar seminggu sebelum kejadian, Dyanti memutuskan pindah kos ke kawasan Karanggayam, Yogyakarta.
 
"Saya sempat pamitan ke mbak Feby untuk pindah kos dari Pogung. Saya enggak ada masalah dengan mbak Feby, saya pindah kos untuk menekan biaya hidup," kata Dyanti, ditemui di ruang forensik RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Selasa (3/5/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seminggu setelah pindah, atau sekitar Kamis, 28 April, Dyanti mendapat kabar jika nomor ponsel Feby tak bisa dihubungi. Dyanti kemudian mencoba menghubungi Feby via sms dan telepon. Tak mendapat respon, keesokan harinya teman-teman Feby melapor ke Polsek Mlati.
 
"Saya juga forward isi sms kiriman dari nomor Feby. Setelah tahu kemarin (Feby ditemukan meninggal) saya sempat shock," ujar mahasiswi pascasrjana Ilmu Lingkungan Fakultas Geografi UGM ini.
 
Sementara itu, Kepala Program Studi Geofisika FMIPA UGM, Sismanto mengatakan pada Kamis 28 April sempat ada jadwal mata kuliah Fisika Dasar. Karena tidak ada ruangan, perkuliahan kemudian dilakukan di Lantai 5 Gedung S2 dan S3 FMIPA UGM.
 
Namun, Feby saat itu tidak hadir mengikuti perkuliahan.
 
"Perkuliahannya jam 7 pagi. Kata teman-temnnya, (Feby) sudah pamitan pagi itu," kata Sismanto.
 
Ia mengatakan tidak mengetahui keberadaan Feby setelahnya. Namun, pihak kampus sempat mencoba menghubungi Feby karena pada akhir pekan akan mengadakan field trip.
 
"Saya tidak paham terkuncinya kapan. Tapi saya sudah bikin kronologis dan sudah saya sampaikan ke dekan untuk diteruskan ke polisi," ungkapnya.
 
Jenazah Feby Kurnia sebelumnya ditemukan di lantai 5 Gedung S2 dan S3 FMIPA UGM, Senin, 2 Mei petang. Pascapenemuan itu, polisi melakukan olah TKP dan evakuasi.
 
Usai olah TKP dan evakuasi selesai, polisi mendapat tanda bekas jeratan di mayat Feby yang sudah busuk dan membengkak, serta diduga sudah meninggal beberapa hari yang lalu. Dari petunjuk itu, polisi menduga Feby menjadi korban pembunuhan.
 
Polisi kemudian mengirim jenazah Feby ke RSUP Dr Sardjito untuk dilakukan autopsi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif