Menurut Sulastri, kakak almarhumah, pascacerai dengan suaminya lima tahun lalu, Saerah memilih menjadi pembantu rumah tangga. Sejak saat itu Saerah belum pernah pulang ke kampung halaman.
"Sejak cerai, dia mau jadi TKW. Sudah lima tahun belum pulang. Dia itu jarang komunikasi sama kita. Pulang-pulang malah begini kondisinya," ujar Sulastri berlinangan air mata.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Kabar meninggalnya Saerah pertama kali diketahui KBRI Amman dari Kepolisian Yordania yang memperoleh laporan dari saudara pelaku (15/8/2015). Menurut hasil visum RS Prince Basmah Irbid, terdapat luka serius bekas penyiksaan di sekujur tubuh almarhumah.
Pelaku pembunuhan diketahui istri dari majikan. Pelaku merupakan anggota polisi militer, karena itu dia diadili di pengadilan militer.
Jenazah Saerah diserahkan langsung oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri kepada keluarga. Pada kesempatan itu, keluarga Saerah meminta pemerintah membantu pencairan gaji almarhumah.
Rencananya, jenazah akan dimakamkan di samping makam ibunya, di pemakaman umum setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
