Saat diminta menunjukkan surat-surat kelengkapan, ER justru memaki-maki polisi. Meski berulangkali dimaki, polisi masih sabar membujuk ER menunjukkan surat-surat kelengkapan.
Video itu memperlihatkan setidaknya dua polisi yang berjaga di pos. Satu orang menepikan kendaraan ER dan lainnya merekam kejadian dengan ponsel.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Polisi lalu lintas dalam video tersebut adalah Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Yudik Purnawan, 32, dan Brigadir Polisi Tegar Birowo Panggah, 29. Saat Metrotvnews.com menyambangi pos jaga di Solo Baru, keduanya tengah bertugas.
"Petugas kepolisian memang harus sabar ketika di lapangan. Karakter orang kan macam-macam, kita harus paham akan hal itu," kata Yudik Purnawan, Selasa, 14 Maret 2017.
Yudik adalah orang yang pertama kali menepikan kendaraan ER. "Ketika saya berhentikan, yang bersangkutan sudah teriak-teriak ke saya di tengah jalan," tutur Yudik.
Terpaksa, Yudik mengambil kunci kendaraan bermotor ER agar mau menepi. Masih dengan sabar, Yudik meminta ER menunjukkan SIM dan STNK. Namun, yang didapatinya justru makian.
Melihat rekannya dimaki-maki, Tegar berinisiatif merekam kejadian tersebut dengan ponsel. Ia melakukannya untuk berjaga-jaga kalau saja pengendara memutarbalikkan fakta dan menuduh polisi memancing emosi. Video tersebut yang kemudian banyak diunggah di media sosial.
Tak hanya memaki, ER ternyata juga mengancam akan membakar pos penjagaan. Menurut Tegar, kejadian serupa tidak hanya sekali terjadi ketika polisi lalu lintas berjaga.
"Kebetulan saja video ini viral. Namun, banyak teman-teman yang mengalami hal serupa dan tidak terangkat media," jelas dia.
Beberapa orang pelanggar lalu lintas yang ditemui Tegar, bahkan membawa-bawa profesi tertentu. Tak sedikit yang mengancam polisi.
ER Akhirnya Sadar
Di akhir video, ER tampak pergi menuntun sepeda motor karena polisi belum menyerahkan kunci kepadanya. "Setelah itu, dia datang lagi ke pos sampai tiga kali," tutur Tegar.
Saat datang ke tiga kalinya, polisi melihat sepucuk kertas berwarna biru saat ER mengeluarkan dompet. "Kami lalu tanyai itu surat apa. Ternyata itu surat bahwa ER pernah mendapat perawatan di RSJD Solo," ungkapnya.
Polisi pun menyerahkan kunci dan meminta ER berjanji mematuhi aturan lalu lintas. Meski kejadian terakhir tidak sempat terekam, namun hari itu ER meminta maaf pada seluruh polisi yang berjaga di pos. Termasuk pada Yudik dan Tegar yang sempat ia maki-maki.
Selang tiga hari, lanjut Tegar, seorang pengendara motor memanggil namanya saat berjaga di persimpangan Baki, Sukoharjo. "Ada yang manggil, 'pak Tegar!', sambil melambaikan tangan dan tersenyum. Ternyata itu adalah ER dan ia sudah mengenakan helm," urainya.
Tegar dan Yudik sepakat bahwa kesabaran memang selalu membuahkan hasil yang baik. "Kami bisa saja terpancing emosi. Tapi kami ingat bahwa sabar lebih baik bagi kami," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
