"Saya dituduh sebagai calo. Itu awal mengapa saya marah dan mengancam Menpan," kata Mashudi ditemui Metrotvnews.com di rumahnya, di RT 01/04, Desa Luwunggede, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (11/3/2016).
Mashudi mendapatkan nomor layanan pesan singkat dari Google. Dalam layanan pesan singkat itu ia dituduh sebagai calo PNS yang membuat suasana negara menjadi gaduh. Ia kemudian membalas bahwa dirinya bukan calo. Perdebatan kemudian berlangsung lewat pesan singkat.
Balasan pesan singkat yang belakangan diketahui dari staf pribadi Menpan tersebut membuat Mashudi semakin marah. Ia kemudian mengeluarkan bahasa mengancam. “Saya terpancing hingga emosi,” kata dia.
Mashudi mengaku kata-kata dalam pesan singkat itu adalah efek gunung es. Karena awalnya Menpan pada 15 September 2015 berjanji mengangkat tenaga honorer K2. Namun, selisih satu bulan, tepatnya Oktober 2015, Menpan menganulir pernyataannya dengan alasan tidak ada anggaran.
Klarifikasi pernyataan itu membuat dia dan ribuan tenaga honorer berdemo di depan Istana Negara. Berlarut-larutnya kejelasan status tenaga honorer K2 menjadi alasan mereka berunjuk rasa selama tiga hari berturut-turut pada awal Februari lalu.
“Namun, saya mengucapkan terima kasih kepada Menpan dan staf pribadinya yang telah memaafkan saya karena saya khilaf,” kata dia.
Mashudi dilaporkan staf pribadi Yuddy Chrisnandi ke Polda Metro Jaya. Mashudi diduga mengirimkan pesan singkat bernada ancaman.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Mashudi ditangkap aparat Polda Metro Jaya di rumahnya pada Kamis, 3 Februari. Kemarin, laporan itu telah dicabut. Mashudi malam itu juga pulang ke Brebes.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
