medcom.id, Jepara: Aksi solidaritas untuk Mashudi yang ditangkap Polda Metro Jaya, datang dari guru honorer di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Bukan beramai-ramai, ungkapan rasa solidaritas itu diungkapkan Muhammad Choirun seorang diri.
Usai menunaikan tugas sebagai guru honorer di SD Negeri 4 Tulakan, Choirun menuju Tugu Kartini yang berjarak lebih dari 40 kilometer dari tempatnya bekerja. Tiba di pusat Kota Ukir itu, Choirun lantas berdiri di bawah Patung Kartini dengan membawa poster bertuliskan “Pak Menteri Maafkan Pak Guru Mashudi”.
Aksi seorang diri yang dilakukan guru honorer yang hanya digaji Rp100 ribu setiap bulan itu, menarik perhatian warga yang melintas di Tugu Kartini. Beberapa pengendara melambatkan laju kendaraan untuk melihat aksi Choirun.
“Tadi selasai mengawasi ujian tengah semester langsung ke sini,” ujar Choirun, Kamis (10/3/2016), masih mengenakan seragam guru.
Choirun menceritakan, aksi yang dilakukannya, merupakan bentuk dorongan moral terhadap Guru Mashudi. Menurut penilaiannya, apa yang dilakukan Mashudi, berkirim pesan singkat ke nomor staf pribadi Menpan, merupakan bentuk kekecewaan atas kebijakan pemerintah yang dinilai berubah-ubah.
“Saya yakin apa yang dilakukan Pak Mashudi hanya luapan emosi sesaat karena kecewa terhadap kebijakan pemerintah,” kata guru yang nyambi jadi tukang sablon itu.
Setelah aksi seorang diri ini, Choirun mengatakan, aksi serupa akan dilakukan guru honorer se-Kabupaten Jepara dalam waktu dekat. Tidak hanya itu, perwakilan honorer dari Jepara juga akan membesuk Mashudi di Jakarta.
“Harapan kami Pak Guru Mashudi segera dibebaskan dari jeratan hukum, karena biliau ini tulang punggung ekonomi keluarga,” kata Choirun.
Seperti diketahui, Mashudi, 37, guru honorer warga RT 01 RW 04 Desa Luwunggede Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah, ditangkap aparat Polda Metro Jaya di rumahnya pada Kamis, 3 Februari 2016. Mashudi ditangkap lantaran berkirim SMS ke staf pribadi Menpan yang berisi nada ancaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
