Beni, pemilik toko emas di Jalan Sudirman, Brebes, merasa masih aman. Alasannya, perampokan belum pernah terjadi di kawasan di sekitar tokonya. Apalagi, tokonya berlokasi tak jauh dari pos polisi. Meski demikian, ia mengatakan akan segera memasang CCTV.
Lain lagi dengan Rudi, pemilik toko emas di kawasan tersebut. Ia mengaku masih kurang memahami bagaimana mengoperasikan CCTV.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Tapi saya akan pasang segera," kata Rudi, Jumat (22/1/2016).
Kapolres Brebes AKBP Harryo Sugihartono mengaku sudah mengimbau pemilik toko emas dan perbankan memasang CCTV. Namun, ia menemukan masih banyak pemilik usaha yang belum menganggap penting CCTV untuk pengamanan.
"Padahal, rekaman CCTV dapat menjadi petunjuk untuk menangkap pelaku," kata Kapolres.
Kapolres pun mengatakan warga dapat menggunakan jasa pengawalan polisi. Warga tak perlu membayar biaya pengawalan.
Pada 2015, lima kasus perampokan dan pembegalan terjadi di Brebes. Peristiwa terakhir terjadi di toko emas Jaya Putra di Pasar Banjaratma pada 16 Juni 2015.
Enam orang bersenjata merampok toko. Mereka menggondol satu kilogram emas bernilai Rp200 juta. Seorang perampok melepaskan tembakan dan melukai warga. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki kejadian tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
