Kepala Bidang Pasar Dinkop UMKM Pemkot Tegal, Aris Suroso menyampaikan, Pasar Pagi sangat ramai dikunjungi pada Rabu, Sabtu, dan Minggu, terutama Blok B dan C. Dua blok tersebut terkenal dengan sebutan Tegal Gubuk dan pembelinya berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Kota Tegal.
"Karena pada hari itu ramai Tegal Gubuk, atau banyak barang baru dijual harga grosir atau murah," katanya saat dihubungi Metrotvnews.com, Minggu, 11 Juni 2017.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Untuk mengantisipasi kerawanan, Pasar Pagi memiliki 15 petugas Trantib, yang bekerja dalam tiga sif. Masing-masing sif, berjumlah lima petugas. Kendati jumlah tersebut belum cukup ideal dan dirasa kurang, dinas belum memiliki rencana untuk melakukan penambahan petugas baru.
Untuk membantu petugas Pasar Pagi, dinas mendatangkan petugas bantuan yang berasal dari pasar tradisional dan memaksimalkan peran petugas retribusi agar ikut mengawasi.
Di samping itu, Pasar Pagi dilengkapi CCTV yang tersebar di empat titik. Setiap beberapa menit, petugas memberikan imbauan melalui pengeras suara agar pedagang dan pengunjung tetap waspada.
Salah satu pengunjung, Wahyuni, 36, mengaku sengaja datang ke Pasar Pagi untuk berbelanja pakaian kebutuhan lebaran. Pilihan hari Minggu, karena ia tahu hari ini pasaran Tegal Gubuk sehingga banyak pilihan barang yang hendak dibeli.
"Harganya murah dibanding di Mall, dan pilihannya banyak. Saya biasa belanja disini," kata warga Brebes ini ditemui di Pasar Pagi, Tegal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
