Sebanyak sepuluh tiket palsu ditemukan PT KAI pada masa libur Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 ini. Tiket tersebut ditemukan di dua stasiun berbeda. Empat lembar tiket palsu ditemukan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, dan enam lembar lainnya di stasiun Cirebon, Jawa Barat.
Dirut PT KAI, Edi Sukmoro menyebut, modus pelaku dengan mencoba-coba mencetak ulang boarding pass di mesin CTM (Cetak Tiket Mandiri). Setelah itu, pelaku menjualnya ke calon penumpang.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
“Meskipun saat boarding lolos, tapi nanti di dalam kereta akan benturan dan akan ditemukan. Siapa yang palsu, bisa langsung dilihat di manifest, siapa nama sebenarnya, siapa yang berhak mendapatkan kursi,” ungkapnya, di sela-sela pantauan Nataru di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, kemarin.
Edi meminta calon penumpang tidak membeli tiket dari orang tidak dikenal di stasiun mana pun. Sebab, mereka memanfaatkan kelengahan para calon penumpang kereta yang sibuk mencari tiket.
“Dimohon dapat membeli di loket resmi stasiun,” tutupnya.
PT KAI saat ini juga sudah mengunci mesin CTM, agar tidak bisa dilakukan cetak ulang oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Sementara itu, untuk menghindari tertinggal kereta, penumpang diminta datang lebih awal. Kedatangan lebih awal juga bisa mengurai antrean di CTM.
"Mengantisipasi saja, soalnya tidak sedikit penumpang terlambat karena macet. Datang di stasiun, keretanya sudah jalan. Kan kasian juga," kata Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Gatut Sutiyatmoko kepada Metrotvnews.com, Senin (28/12/2015).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
