Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal. (Ahmad Mustaqim)

Penelusuran Kasus Penembakan Pos Polisi Libatkan Perbakin

polri penembakan
Ahmad Mustaqim • 04 Juli 2019 20:47
Kulon Progo: Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ikut menangani kasus penembakan pos polisi di Siluwok, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo pagi tadi. Sejumlah langkah disiapkan dalam menelusuri kasus itu. 
 
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar Hadi Utomo mengatakan modal penelusuran pertama yakni senjata yang digunakan diduga jenis air gun. Hal itu didasarkan temuan gotri saat olah tempat kejadian perkara.
 
"Kemudian airgun ini ternyata sudah tidak menggunakan peluru aslinya atau kita temukan proyektilnya gotri. Gotri kita temukan di luar pos polisi sehingga tidak terlalu keras, hanya pecah sedikit itu saja," kata Hadi di Yogyakarta, Kamis, 4 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Penembak Pos Polisi Siluwok Diduga Menggunakan Airgun
 
Hadi menjelaskan dampak senjata air gun dengan peluru gotri itu mengesankan adanya bekas tembakan. Dari situ, ia menduga senjata yang dipakai pelaku diduga hasil modifikasi. 
 
"Maka nanti akan kita tanyakan kepada teman-teman Perbakin, kalau peluru ini atau senjatanya ini bagaimana, mematikan atau tidak," jelas Hadi.
 
Hadi menganggap peristiwa itu sudah mengganggu ketenangan masyarakat. Ia menyebut kejadian itu seperti teror terhadap kepolisian. 
 
Menurut Hadi pihaknya tengah intensif mencari petunjuk untuk menangkap pelaku. Ia menuturkan sudah ada saksi yang melihat ciri-ciri tertentu pada terduga pelaku. 
 
"Kronologisnya, pelaku berasal dari arah Purworejo menuju ke Jogja kemudian beberapa meter selanjutnya dia kembali kemudian melakukan aksinya setelah itu kabur," beber Hadi.
 
Hadi menegaskan keterangan saksi-saksi di lapangan akan dipadukan dengan hasil rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Di sisi lain, kepolisian akan mengintensifkan penjagaan. 
 
Pihaknya menyebut Polda DIY akan bekerja sama dengan aparat di luar wilayah. "Kita koordinasi dengan Jateng, densus," pungkas Hadi.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif