Ratusan ton ikan mati saat fenomena air putih di Jateng. Foto: Medcom.id
Ratusan ton ikan mati saat fenomena air putih di Jateng. Foto: Medcom.id (Pythag Kurniati)

Ratusan Ton Ikan di Boyolali dan Sragen Mati Mendadak

ikan mati
Pythag Kurniati • 02 Juli 2019 10:56
Sragen: Ratusan ton ikan di keramba wilayah Kabupaten Sragen dan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mati mendadak. Akibatnya para petani ikan merugi hingga ratusan juta rupiah.
 
Warga menyebut fenomena matinya ikan di keramba adalah upwelling atau air putih. Fenomena itu muncul setiap setahun sekali pada Juni atau Juli. Upwelling berasal dari sisa pakan ikan yang muncul dari endapan di dasar keramba, dan terangkat dalam wujud cair berwarna putih kehijauan. 
 
Cairan tersebut diduga meracuni ikan dalam karamba. Ikan yang tercemar, tidak akan bertahan hidup dalam waktu beberapa menit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seorang petani keramba di Waduk Kedung Ombo di wilayah Desa Wonoharjo, Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah Gunadi mengaku, sekitar dua ton ikan di karambanya mati mendadak. Dia mengungkap, di Waduk Kedung Ombo ada kurang lebih 50 petani karamba. 
 
"Kalau dihitung, kerugian saya ya sekitar puluhan juta," ujarnya, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Petani karamba lainnya di Dusun Boyolayar, Desa Ngargosari, Sumber Lawang, Sragen, Sajimin, mengaku puluhan ton ikan di daerahnya mati mendadak. Menurutnya fenomena air putih datang secara mendadak, sehingga tidak dapat diprediksi.
 
"Ini terjadi sejak Jumat pekan lalu. Kalau ikan sudah naik ke permukaan, air berwana putih kehijauan dan baunya menyengat, harus segera dipindahkan," jelasnya.
 
Dia menerangkan, untuk memindahkan karamba membutuhkan waktu hingga enam jam dengan ditarik lima perahu. "Pokoknya kita siaga terus, siang malam, karena itu bisa terjadi kapan saja," tutupnya.
 
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sragen, M Djazairi, mengatakan fenomena tersebut terjadi akibat perubahan suhu. Peristiwa ini terjadi saat perubahan musim.
 
"Saat suhu permukaan turun, terjadi perpindahan arus. Air yang ada di dasar kemudian naik bersama limbah pakan ikan yang kemudian meracuni ikan," tutupnya.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif