Penggerebekan suami istri pengedar sabu-sabu di Jepara, Jawa Tengah. Medcom.id/Rhobi Shani
Penggerebekan suami istri pengedar sabu-sabu di Jepara, Jawa Tengah. Medcom.id/Rhobi Shani (Rhobi Shani)

Suami Istri di Jepara Diringkus karena Edarkan Sabu

narkoba
Rhobi Shani • 28 Juni 2019 15:05
Jepara: Tim Satres Narkoba Polres Jepara, Jawa Tengah, menangkap pasangan yang diduga menjadi pengedaar sabu-sabu. Penangkapan suami istri ini dilakukan di rumah kontrakan mereka, Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara Kota, Jumat siang, 28 Juni 2019.
 
Pasangan suami istri yang kerapa disapa Ateng dan Siti ini digelandang ke Mapolres Jepara. Dua anak mereka yang masih di bawah umur juga dibawa ke Mapolres Jepara untuk diamankan.
 
Petugas Satresnarkoba Polres Jepara telah melakukan pengintaian. Saat digerebek dan digeledah, ditemukan enam paket sabu-sabu siap edar dari dompet miliki Siti Cholidah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami mendapatkan barang bukti enam paket yang berisi sabu-sabu. Mereka yang kami amankan ke Mapolres masih akan kami mintai keterangan lebih lanjut. Semua masih akan diproses lebih jauh lagi,” ujar Kasatresnarkoba Polres Jepara AKP Hendro Asriyanto di Mapolres Jepara, Jumat, 28 Juni 2019.
 
Ateng dan Siti saat ini masih dimintai keterangan. Selain barang bukti sabu-sabu, polisi juga menyita telepon genggam milik pasangan suami istri yang memiliki tiga anak ini.
 
Pihak berwajib masih mengulik peran masing-masing. Termasuk kemungkinan keterlibatan anak mereka yang masih berusia 10 tahun.
 
Dari informasi yang ada, pasangan ini diduga melibatkan anak mereka yang masih duduk di kelas 5 SD. Anak perempuannya biasa disuruh menjawab pesan singkat berkait transaksi narkoba.
 
“Nanti akan kami kembangkan lebih dulu kasus ini. Mereka baru saja kami amankan, jadi masih akan kami dalami lebih dulu bagaimana peran mereka sebenarnya,” tambah AKP Hendro.
 
Informasi yang dihimpun Medcom.id, pasangan ini pernah diusir dari kampung tempatnya mengontrak rumah. Namun, warga Desa Mulyoharjo urung mengusir setelah Ateng meminta agar warga tak mengusirnya.
 
Ateng mengontrak rumah di tepi kuburan. Rumah kontrakan semi permanen itu berukuran kurang dari 40 meter persegi itu ditempati beserta istri dan dua anaknya yang masih di bawah umur. Sementara satu anaknya yang sudah dewasa hidup di pesantren.
 
Siti mengaku terpaksa menjadi kuris sabu-sabu lantaran suaminya tidak mau bekerja. Dia menjadi tulang punggung keluarga. Sebelum jadi pengedar, Siti bekerja merawat lansia.
 
“Setelah yang saya rawat meninggal, ya bekerja ini. Suami tidak mau bekerja. Pernah dalam sehari kami sekeluarga tidak makan,” kata Siti.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif