“Pemadaman tadi dilakukan selama dua jam, yakni pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Pilot tidak menemui kesulitan walaupun medan sangat curam dan cuaca sedikit berkabut,” kata Kepala Taman Gunung Merbabu, Wisnu Wibowo, saat dihubungi, Kamis (08/10/2015).
Wisnu menuturkan, untuk menjatuhkan bom air pertama kalinya, pilot membutuhkan waktu untuk mengenal medan. “Dia berputar di atas lokasi sekitar empat kali untuk orientasi tempat. Namun, setelahnya lancar bisa dilakukan dalam waktu yang cepat,” kata dia.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Dalam satu kali pengemboman air, kata Wisnu, pesawat dapat mengangkut 3.200 liter air. “Untuk hari ini kita lakukan lima kali, jadi mengangkut sekitar 16.000 liter. Sisanya kita lakukan pada Jumat, 9 Oktober,” kata Wisnu.
Wisnu mengatakan upaya pemadaman melalui udara ini dilakukan untuk mengantisipasi api muncul kembali setelah dilakukan pemadaman secara manual. “Kita ingin tuntaskan. Tadi kita fokuskan terutama di kawasan Desa Ngagrong, Ampel, Boyolali karena wilayah Magelang telah padam,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
