Baca: Jasad Pendeta di Yogya Diyakini akan Hidup Lagi
Seoerang pendeta dari Gereja Kristen Tabernakel Jemaat Mempelai Kristus Banjarnegara, Pendeta Dwijo mengatakan apa yang diramalkan Pendeta Paulus bukan sekadar ramalan. Menurutnya, sang pendeta memiliki dasar berupa hasil penelitian.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Kalau ramalan itu, tidak ada dasar. Kalau Pendeta Paulus ini ada hitungannya dan ada dasarnya, yaitu dari Injil," katanya saat ditemui di depan Gereja Kristen Tabernakel Jemaat Mempelai Kristus Yogyakarta, Minggu (27/9/2015) sore.
Dwi berkata, hal yang disampaikan Pendeta Paulus pernah diutarakan di sebuah forum. Kala itu, forum diikuti jemaat dari luar negeri, yang berlangsung di Phoenix Hotel, Yogyakarta, pada 2012.
"Semua bersumber dari Alkitab. Kapan Yesus lahir dan hitungan waktu lainnya," ucapnya. (Baca: Jemaat Yakin Pendeta Paulus Seperti Nabi Musa)
Kini, jenazah Pendeta Paulus masih bersemayam di sebuah pendapa di belakang bangunan gereja yang beralamat di Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 164, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Jemaat menyatakan waktu 30 hari menjadi masa berkabung sejak Paulus meninggal pada 11 September lalu. Dari hasil pertemuan yang melibatkan perwakilan gereja dan Pemerintah Kota Yogyakarta, jenazah akan dimakamkan jika 30 hari sejak kematian tidak hidup kembali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
