Proyek revitalisasi Pasar Klewer, Solo, Jateng. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)
Proyek revitalisasi Pasar Klewer, Solo, Jateng. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati) (Pythag Kurniati)

Target Proyek Meleset, Adhi Karya Kena Denda Rp81,8 Juta/Hari

pasar klewer bangkit
Pythag Kurniati • 23 Desember 2016 17:13
medcom.id, Solo: Pelaksana proyek pembangunan Pasar Klewer, PT Adhi Karya akhirnya mengajukan perpanjangan waktu. Tenggat akhir proyek 30 Desember 2016 minta diperpanjang hingga 30 Januari 2017.
 
General Manajer PT Adhi Karya Sukaryo menyebut molornya proyek lantaran persoalan pembebasan sejumlah kios di Pasar Klewer sisi timur. Tak hanya itu, cuaca juga menjadi kendala.
 
“Kalau dihitung selama pengerjaan, 60 hari harus terkendala hujan. Namun kami hanya minta perpanjangan waktu 30 hari saja,” ujarnya saat ditemui usai rapat koordinasi di Balai Kota Solo, Jumat (23/12/2016). 
 
Selain mengajukan perpanjangan waktu, Sukaryo mengungkapkan kontraktor bersedia menjalani konsekuensi keterlambatan.
 
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menerangkan progres pembangunan Pasar Klewer telah mencapai 95 persen. Pemkot merestui penambahan waktu yang diajukan kontraktor pelaksana.
 
Namun Rudy menjelaskan, sesuai aturan, pengajuan tambahan waktu dibarengi konsekuensi yang harus ditanggung pelaksana. Pelaksana proyek harus membayar denda keterlambatan sebagai sanksi.
 
Nilai denda 1/1.000 per hari dari nilai kontrak atau sebesar Rp81,8 juta per hari. Denda tersebut mulai diberlakukan 31 Desember 2016. Jika dihitung hingga akhir Januari 2017 maka PT Adhi Karya harus membayar denda sekitar Rp2,4 miliar.
 
Tak hanya itu kontraktor harus menyetorkan uang jaminan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Nilainya 5 persen dari nilai kontrak atau sebesar Rp4,09 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kekurangan progres proyek (5 persen) dikalikan nilai kontrak. Hasilnya menjadi jaminan di KPKNL,” papar Rudy.
 
Meski merestui perpanjangan waktu, Rudy tetap mewanti-wanti agar pembangunan Pasar Klewer benar-benar rampung pada waktu yang disepakati, tanpa mengurangi kualitas bangunan.
 
“Jangan sampai ada semen sedikitpun di lantai. Harus benar-benar rampung dan bersih,” pungkas dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif