Kondetur bus Trans Jogja mengawasi penumpang yang keluar dari bus menuju halte, di Yogyakarta. (Ant/Kurniawan Arie Wibowo)
Kondetur bus Trans Jogja mengawasi penumpang yang keluar dari bus menuju halte, di Yogyakarta. (Ant/Kurniawan Arie Wibowo) (Patricia Vicka)

Pemda DIY Segera Rilis Bus Interkoneksi Dalam dan Luar Kota

pengadaan bus
Patricia Vicka • 21 Oktober 2016 10:56
medcom.id, Yogyakarta: Angkutan umum interkoneksi Daerah Istimewa Yogyakarta akan segera dioperasikan pada 1 November 2016. Angkutan umum ini berbentuk seperti bus Trans Jogja berkapasitas 50 penumpang dengan dua trayek mengelilingi jalan ringroad dari arah Timur. 
 
Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Haryanta menjelaskan trayek pertama berputar mengelilingi ringroad dari arah timur menuju selatan melewati utara.
 
"Trayek Pertama mulainya dari Bandara Adisucipto menuju utara ke Terminal Condong Catur-Terminal Jombor lalu ke Barat melewati simpang empat Godean-simpang empat Gamping-simpang empat Bantul. Menuju selatan ke simpang empat Paris-Terminal Giwangan-simpang empat Jalan Wonosari-Janti dan kembali ke Bandara," ujarnya di kantor Dishub di Yogyakarta, Kamis (20/10/2016). 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara trayek kedua mengambil rute sebaliknya dimulai dari Bandara Adisutjipto mengarah ke timur melalui Janti lalu menuju selatan melewati perempatan Wonosari dan Janti lalu ke arah Barat-Utara dan kembali ke Bandara. 
 
Bus interkoneksi ini, lanjut Sigit, berfungsi membantu Trans Jogja menghubungkan warga Yogyakarta dari dalam kota menuju luar kota. Diharapkan, masyarakat yang tinggal di pinggir kota atau di area ringroad mudah untuk mengakses ke dalam kota. 
 
"Misalnya ada yang mau ke Bantul dari Kota (Yogyakarta.) Selesai diangkut Trans Jogja, dia tinggal naik bus interkoneksi yang ke arah Wonosari atau Terminal Giwangan," jelasnya. 
 
Konsep pengoperasian Bus interkoneksi mirip dengan Trans Jogja dimana penumpang naik dari halte yang disiapkan. Penumpang tak bisa turun atau naik di sembarang tempat. 
 
"Haltenya pakai Halte Trans Jogja. Bedanya Tarif TJ disubsidi pemerintah. Kalau Bus Interkoneksi tidak. Sistem pembayaran juga tidak di loket," papar Sigit. 
 
Ditahap awal, Pemda DIY akan mengoperasikan lima unit bus dengan total kapasitas sekitar 250 penumpang. Pemda DIY juga akan membangun halte portabel untuk tempat naik penumpang bus interkoneksi. Sebab bus Trans Jogja masih menggunakan pembayaran di halte. Tapi setelah April 2017 sistem ini akan dihapus sehingga halte bisa digunakan kedua Bus ini. 
 
Sementara untuk tarif pihaknya masih membahasnya dengan pihak operator untuk mencari harga ekonomis.
 
 
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif