"Anak SD sekarang banyak yang sudah paham internet. Sehingga recruitment (anggota teroris) banyak yang dari sosial media," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Saud Usman Nasution di JEC Yogyakarta, Selasa (27/10/2015).
Kelompok teroris paham betul karakter generasi muda masa kini yang akrab dengan sosial media dan internet. Saud melanjutkan ada berbagai macam cara baru perekrutan di internet. Seperti menyebarkan paham radikal melalui pemberitaan dan artikel. Hingga ajakan langsung melalui salah satu situs penyedia video.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Cara buat bom saja sekarang sudah ada banyak di internet. Banyak pemuda yang belajar mandiri berjihad tanpa guru dan hanya melalui internet," jelasnya.
Kondisi ini tentu memprihatinkan. Sebab generasi muda dan orang-orang yang memahami ajaran agama secara dangkal bisa langsung terpengaruh. "Ketika membaca konten negatif bermuatan teroris akan langsung terpengaruh. Itu sebabnya banyak pemuda kita yang mati sia-sia karena jihad yang salah," tegasnya.
Untuk mencegah dan menanggulangi paham radikal tersebut, BNPT melakukan komunikasi dan pendekatan langsung kepada pemuda, lembaga masyarakat, dan pemerintah. Selain itu, BNPT memberikan penjelasan-penjelasan soal ajaran agama yang benar melalui situs-situs untuk mengimbangi konten negatif para penyebar paham radikalisme.
"Saya harap masyarakat kalau menemukan website atau artikel sesat dan berbau paham radikal segera laporkan ke Kemenkominfo agar segera diblokir," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
