Salah satu orang tua murid mengadu ke Kantor DPRD Solo, Jawa Tengah, Jumat, 5 Juli 2019. Medcom.id/ Pythag Kurniati.
Salah satu orang tua murid mengadu ke Kantor DPRD Solo, Jawa Tengah, Jumat, 5 Juli 2019. Medcom.id/ Pythag Kurniati. (Pythag Kurniati)

Kecewa PPDB, Orang Tua Murid Mendatangi Kantor DPRD Solo

PPDB 2019
Pythag Kurniati • 05 Juli 2019 17:55
Solo: Sejumlah orang tua murid mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surakarta, Jumat, 5 Juli 2019. Mereka mengutarakan kekecewaan terhadap sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang saat ini tengah berlaku.
 
Salah satu orang tua murid, Bambang Pradotonagoro mengaku resah dengan diterapkannya sistem zonasi tingkat SMA. Ia mengaku anaknya menjadi salah satu korban sistem tersebut.
 
"Bisa dikatakan sampai saat ini anak-anak belum mendapatkan sekolahan. Kami benar-benar dirugikan dengan sistem ini," keluh Bambang di Kantor DPRD Solo, Jawa Tengah, Jumat, 5 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bambang menjelaskan, dia dan anaknya berdomisili di Kelurahan Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo. Ia mendaftarkan anaknya ke SMA Negeri 3 Surakarta yang jaraknya tak terlalu jauh.
 
Namun, lanjut Bambang anaknya yang mengantongi nilai di atas rata-rata tersebut justru terlempar dari SMA Negeri 3. "Malah terlempar ke Kabupaten Sukoharjo," jelas Bambang.
 
Bambang menilai sosialisasi PPDB dengan sistem zonasi sama sekali tak maksimal. Beberapa guru SMA bahkan tidak bisa menjawab pertanyaannya mengenai sistem zonasi.
 
"Saya tanya berprestasi itu bagaimana, sistem zonasi didasarkan apa. Banyak yang tidak bisa menjawab, alasannya bukan kewenangan mereka," beber Bambang.
 
Meski pengelolaan PPDB SMA berada di bawah pemerintah provinsi, Bambang dan orang tua murid lainnya meminta pemkot dan DPRD tak tinggal diam. Ia mendukung usulan Wali Kota Solo mendesak gubernur mengeluarkan diskresi.
 
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Solo Paulus Haryoto mengaku akan mengakomodir aspirasi masyarakat dan menyampaikan ke tingkat provinsi. "Memang ada yang perlu dibenahi. Kelemahan kita tidak bisa masuk apalagi mengubah sistem itu," kata Paulus.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif