Perburuan polisi, salah satunya, dengan mengoptimalkan sarana kamera pengintai alias closed circuit television (CCTV). Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigjen Ahmad Dofiri berharap CCTV, terutama di ruang publik Kota Yogyakarta, diperbanyak.
"Supaya bantu kami penyelidikan," ujar Dofiri usai menghadiri acara di Jogja Expo Center, Senin, 13 Maret 2017.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pasalnya, kepolisian selama ini sudah melakukan sejumlah tindakan pencegahan seperti merazia senjata tajam ke pelajar dan patroli rutin setiap malam. Sayangnya tindakan pencegahan ini belum berhasil untuk menghentikan aksi yang dikenal dengan sebutan klithih itu.
"Malam Sabtu dan Minggu kami selalu razia, gerombolan anak muda kami datangi. Sajam juga banyak yang kami sita dari mereka. Tapi ya tetap perlu penanganan dari pihak sekolah dan orangtua," jelasnya.
Pelaku klitih kini terus dikejar. Ia menduga pelakunya lebih dari satu orang. Proses penyelidikan terkendala minimnya keterangan saksi.
"Pelaku ada banyak tapi yang bacok satu orang. Kami baru tau pelakunya pakai motor KLX dari CCTV. Kita akan cari dan tangkap kendaraan itu," katanya.
Sebagaimana diketahui, aksi kekerasan pelajar pada Minggu 12 Maret 2017 malam makan korban. Satu pelajar SMP Piri 1 kota Yogyakarta Ilham Bayu harus meregang nyawa. Sementara dua bocah lainnya asal Sleman, ditemukan di tempat berbeda luka parah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
