Aksi mahasiswa UGM di Tugu Yogyakarta. Mereka membawa tokoh bernama Asapina Wati dan Asep Kurniawan sebagai sindiran atas kebakaran hutan kepada pemerintah. Foto-foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Aksi mahasiswa UGM di Tugu Yogyakarta. Mereka membawa tokoh bernama Asapina Wati dan Asep Kurniawan sebagai sindiran atas kebakaran hutan kepada pemerintah. Foto-foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Mahasiswa UGM Hadirkan 2 Tokoh Sindir Kasus Kebakaran Hutan

kebakaran hutan
Ahmad Mustaqim • 21 Maret 2016 18:25
medcom.id, Yogyakarta: Momentum peringatan Hari Hutan 2016 semestinya menjadi bahan renungan bagi pemerintah. Pasalnya, selama 18 tahun terakhir masalah kebakaran hutan di Indonesia terus berulang.
 
"Akankah ini terus berlangsung sampai anak cucu kita? Kebakaran yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera adalah masalah nasional, dan pemerintah harus segera menyelesaikannya," kata Jaringan Eksternal Aliansi Hijau Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Maulia Hikmah, di sela aksi peringatan Hari Hutan di Tugu Yogyakarta, Senin (21/3/2016).
 
Maulia dan Aliansi Hijau mulai ragu akan ucapan janji Presiden Joko Widodo yang hendak menurunkan emisi karbon hingga 29 persen dalam pidatonya di Conference of Parties 21 di Paris akhir 2015 lalu. Menurutnya, pemerintah tidak cukup realistis dengan target tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi, untuk menepati janjinya. Meskipun itu tidak mudah," ucapnya.
 
Mahasiswa UGM Hadirkan 2 Tokoh Sindir Kasus Kebakaran Hutan
(Kue tart dari mahasiswa UGM sebagai lambang 18 tahun kebakaran hutan di Indonesia selalu terulang)
 
Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM ini menambahkan pemerintah harus bisa mengantisipasi agar kebakaran hutan tidak kembali terjadi pada 2016. Tak hanya itu, Aliansi Hijau juga meminta pemerintah bisa bertindak tegas kepada para pelaku pembakaran hutan, termasuk terhadap korporasi.
 
"Jangan ada keringanan hukuman bagi pembakar hutan. Sudah saatnya pemerintah tegas," kata dia.
 
Aksi diikuti puluhan mahasiswa UGM dari Fakultas Pertanian, Kehutanan, MIPA, Geografi, dan Biologi. Mereka membuat dua tokoh bernama Asapina Wati dan Asep Kurniawan. Tokoh itu sebagai sindiran pada pemerintah yang tak kunjung bisa menyelesaikan asap kebakaran hutan saban tahun. 
 
Mereka juga membawa kue tart dengan lilin angka 18 sebagai pertanda bahwa 18 tahun kebakaran hutan di Indonesia selalu terulang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif