medcom.id, Solo: Puluhan busana berbahan daur ulang diperagakan dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-6 Solo Car Free Day, Minggu 29 Mei. Peragaan busana itu diikuti dari sebanyak 25 perusahaan terdiri dari perbankan, transportasi, dan perhotelan di Kota Solo.
Barisan orang mengenakan rompi (outer) serta topi dari karung goni menarik perhatian pengunjung CFD. Disusul sejumlah karyawan berbusana dari kantong plastik dan karung tepung. Mereka juga membawa poster dan atribut yang mengkampanyekan peduli lingkungan.
HUT ke-6 Car Free Day Kota Solo ini mengangkat tema "Reduce emission and recycle." Ketua Panitia HUT ke-6 CFD Kota Solo Arif Handoko mengatakan, isu lingkungan ini perlu diangkat kembali untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Solo.
"Utamanya dalam dua hal itu yakni pengurangan emisi gas buang atau persoalan polusi dan persoalan sampah," kata Arif Handoko.
Sementara, Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo mengatakan, gelaran Solo Car Free Day memang dimaksudkan untuk menjaga lingkungan. Setiap Minggu pagi pemerintah menerapkan hari bebas kendaraan di Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, sejak 2010.
"Masyarakat dari berbagai kelompok berkumpul di CFD dan saling melakukan interaksi. Sedangkan dalam perekonomian, masyarakat bisa meningkatkan kesejahteraan dengan melakukan usaha perdagangan," ujar dia.
HUT ke-6 CFD Solo dibuka oleh Wakil Wali Kota Solo dengan melepas 30 ekor burung merpati putih. Pelepasan merpati putih menjadi simbol udara yang bersih tanpa polusi. Selanjutnya ratusan orang melakukan senam bersama di Jalan Slamet Riyadi.
Perlu diketahui, CFD merupakan kebijakan yang dicetuskan sejak era kepemimpinan Joko Widodo di Kota Solo. CFD pertama dimulai pada tahun 2010 dan dibuka oleh FX Hadi Rudyatmo yang pada itu menjabat sebagai Wakil Wali Kota Solo.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
