Menteri Sosial Khofifah  Indraparawangsa secara simbolis memberikan bantuan tas pada anak-anak sekolah di Rembang, MI - Akhmad Safuan
Menteri Sosial Khofifah Indraparawangsa secara simbolis memberikan bantuan tas pada anak-anak sekolah di Rembang, MI - Akhmad Safuan (Akhmad Safuan)

Peningkatan Pendidikan Warga di Sekitar Pabrik Semen Rembang

semen indonesia
Akhmad Safuan • 16 Mei 2017 19:51
medcom.id, Rembang: Ribuan pelajar mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Lanjutan
Tingkat Atas (SLTA) di sekitar pabrik semen Rembang, Jawa Tengah bergembira. Sebuah mobil berhenti di halaman sekolah, guru pun menyambut kedatangan mobil yang mengangkut ribuan tas yang diperuntukan bagi siswa-siswi mereka.
 
Suasana cerah menjelang siang di beberapa sekolah SD dan SMP di lima desa terdekat dengan pabrik semen. Yakni Tegaldowo, Pesucen, Kajar, Timbrangan dan Kadiwono. Suasana semakin hiruk saat ribuan siswa berteriak.
 
“Ayo baris semua dapat, masing-masing dapat satu tas dari PT Semen Indonesia,” kata Dwi Joko Supriyanto, guru di SD Negeri Desa Tegaldowo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagi para siswa di lima desa terdekat yang masuk dalam ring I pabrik semen Rembang, pembagian tas ini merupakan ujud perhatian besar. Karena, sebelum ada pabrik semen untuk membawa buku dan alat tulis, mereka menggunakan tas seadanya. Sementara sebagian bawaan hanya ditenteng. Cukup merepotkan.
 
Semangat belajar yang tinggi mulai tumbuh sejak pabrik semen berdiri. Bagi anak-anak usia sekolah hingga orang tua, mereka merasa terbantukan dengan penggelontoran bantuan sarana dan prasarana pendidikan.
 
Bantuan mulai dari perbaikan sekolah, berdirinya sekolah kejar paket A, B dan C hingga bantuan peralatan kebutuhan belajar lainnya.
 
Seorang pelajar kelas 5 SD Negeri Kajar Andri,11, mengaku sangat senang dengan pemberian tas. Sekarang mereka tidak lagi merasa kesulitan lagi membawa peralatan sekolah. 
 
“Dulu saya dan teman-teman hanya menenteng buku dan alat tulis, sehingga sering jatuh dan kotor,  apalagi kalau hujan terpaksa menggunakan plastik untuk membingkus buku agar tidak basah,” tambahnya.
 
Aktivis Lingkungan dan juga guru di Tegaldowo Dwi Joko Supriyanto mengatakan warga mulai tumbuh kesadaran arti penting belajar sejak pabrik semen berdiri. Dengan belajar dan mengantongi ijazah, peluang kerja yang layak lebih terbuka. Bahkan angka pendidikan meningkat 300 persen.
 
“Saya waktu masuk di sini 10 tahun lalu, jumlah sarjana hanya satu orang. Sekarang sudah mencapai
puluhan,” tambahnya.
 
Apalagi banyaknya kucuran bantuan pendidikan dari PT Semen Indonesia jauh sebelum pabrik di Rembang itu berdiri. Itu menambah semangat belajar tinggi lagi bagi warga, hal ini juga dapat menekan angka perkawinan dini.
 
Sebelumnya cukup tinggi karena faktor ekonomi yang sulit. Sehingga perkawinan menjadi pilihan agar dapat terentas dari kemiskinan.
 
Tidak hanya sebanyak 1.000 tas sekolah yang dibagikan dalam waktu hampir bersamaan ini. PT Semen Insonesia  setelah tahun tahun sebelumnya memberikan beasiswa bagi ratusan siswa seolah dari SD – SLTA, kembali mengucurkan beasiswa bagi bagi 200 pelajar di lima desa sekitar pabrik tersebut.
 
Penunjang pendidikan lain juga diberikan berupa komputer dan alat peraga pendidikan di beberapa sekolah. Selain untuk merapikan administrasi sekolah bantuan computer  ini juga mebjadi sarana kemajuan pendidikan
bagi siswa dan siswi.
 
Kegembiraan tidak hanya dirasakan oleh para siswa yang menerima langsung beasiswa dan tas sekolah. Orang tua juga turut merasakan bantuan pendidikan ini. Mereka tidak lagi perlu merasa kesulitan membeli buku pelajaran atau bacaan.
 
“Beasiswa, peralatan sekolah dan taman bacaan yang didirikan PT Semen Indonesia ini asangat meringankan beban biaya pendudikan anak kami, sehingga kami menginginkan mereka dapat sekolah tinggi agar nantinya
dapat bekerja di kantoran,” kata Sarmin,48, seorang warga Desa Pesuden, Kecamatan Gunem, Rembang.
 
Tokoh masyarakat Desa Timbrangan Achmad Akhid, mengatakan semua warga di lima desa sekitar pabrik semen Rembang sangat terbantu. Karena bantuan pendidikan tidak hanya diberikan kepada sekolah dan pelajar, tetapi juga para orang tua  yakni berupa Kitab Suci Al Quran dan perbaikan tempat ibadah. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif