BPOM DIY membakar seluruh mi basah berformalin yang sudah disita --MTVN/Patricia--
BPOM DIY membakar seluruh mi basah berformalin yang sudah disita --MTVN/Patricia-- (Patricia Vicka)

BBPOM Temukan 75 Kg Mi Berfomalin

razia makanan
Patricia Vicka • 12 Juni 2017 16:39
medcom.id, Yogyakarta : Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DI Yogyakarta menyita 75 kilogram mi basah berformalin dari salah seorang pedagang di Bantul Yogyakarta. Mi basah itu dijual bebas oleh pedagang berinisial SAH di pasar Piyungan Bantul.
 
Kepala BPOM DIY I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menjelaskan, mi basah berformalin ditemukan kegiatan razia makanan selama bulan ramadan. "Kami temukan mi tersebut pada Sabtu 10 Juni kemarin. Sebelumnya sudah kami awasi selama dua minggu. Saat kami tes ke Lab ternyata mengandung formalin," kata Ayu saat Konfrensi Pers di kantornya di Jalan Tompeyan 1 Tegal Rejo Yogyakarta, Senin 12 Juni 2017.
 
Menurut keterangan pelaku, ia mendapatkan mi berformalin dari salah seorang produsen di Muntilan, Jawa Tengah. Ciri-ciri mi berformalin di antaranya berwarna lebih terang, serta terasa lebih kenyal dibandingkan mi tak berformalin. Selain itu mi berformalin juga lebih awet dan tahan lama dan tidak cepat basi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mi berformalin sangat berbahaya karena mengandung zat-zat yang bisa memicu kanker dalam jangka panjang," katanya.
 
Tindakan SAH ini melanggar hukum sesuai Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (3) Undang-undang RI No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen yang melarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat, bekas dan tercemar dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar. Pelaku terancam dijerat hukuman lima tahun pidana atau denda  paling bayak Rp2 miliar.
 
Selama bulan Ramadan, BPOM DIY turut meningkatkan pengawasan dan kegiatan razia 
bahan makanan di sejumlah tempat sejak medio Mei 2017. 
 
Hasilnya BPOM menemukan 367 item produk berjumlah 2132 kemasan yang tidak memenuhi ketentuan. Diantaranya 200 kemasan kedaluwarsa, 434 kemasan rusak, 1033 kemasan beredar tanpa izin dan 197 buah mengandung bahan berbahaya. 
 
Selain itu ditemukan pula sejumlah makanan ringan seperti Selondok. Kelanting dan krupuk yang mengandung zat berbahaya Rodhamin B.
 
"Total nilai temuan kami jika diuangkakan sebesar Rp39.006.315 Kami imbau masyarakat untuk waspada dan cerdas memilih makanan dengan melakukan cek kemasan, label, ijin edar dan tanggal kedaluwarsa," ucapnya. 

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif