Guyuran hujan membuat aspal jalan berlumpur. Lumpur ini berasal dari tanah merah bekas rontokan material yang dibawa armada tol yang menutupi permukaan aspal.
Salah seorang warga Desa Purwodadi, Kecamatan Sragi, Rusdiyanto, mengeluhkan kondisi itu. Ia geram terhadap pelaksana jalan tol lantaran tidak mengindahkan keresahan warga.
“Banyak warga yang naik sepeda motor terpeleset. Jika tidak hujan, pasti banyak debu. Ini mengganggu pernafasan” katanya, Jumat (8/12/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Jalan yang berlumpur merah itu merupakan jalan tembus antara Kecamatan Sragi dan Kecamatan Bojong. Jalan itu menjadi jalan utama warga setempat. Jika memilih lewat jalur Pantura, maka rute semakin panjang dan harus memutar.
“Katanya dari pihak pelaksana tol mau membersihkan ceceran tanah, tapi kenyataannya tidak maksimal. Jalan masih berlumpur,” ujarnya.
Ruas jalan Sragi-Siwalan malah rusak parah. Kerusakan terjadi di utara Pasar Sragi dan sepanjang jalan perlintasan rel kereta api hingga Jalan Raya Wonosari. Termasuk jalan di hingga Tengeng Kulon Kecamatan Siwalan.
Muatan truk yang melebihi tonase juga membuat jembatan di sebelah selatan balai Desa Tengeng Kulon, jebol. Untuk mengindari kecelakaan, warga memasang papan di jembatan yang sudah berlubang.
Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, sempat mengunjungi lokasi, kemarin. Arini meminta pelaksana proyek memperhatikan keselamatan pengguna jalan, terutama di ruas jalan penghubung Sragi-Bojong.
“Kami minta pelaksana proyek membentuk tim khusus bekerja sama dengan SKPD untuk menginventarisasi ruas jalan yang terdampak pembangunan jalan tol,” kata dia.
Tim khusus itu akan bekerja memperbaiki ruas jalan yang rusak, termasuk menambal dan membersihkan ceceran tanah uruk agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Sriyoto, Bagian Administrasi PT Sumber Mitra Jaya selaku pelaksana proyek, berjanji segera memperbaiki dan membersihkan ruas jalan. Dia juga berjanji memperbaiki kerusakan saluran PDAM dan kabel optik bawah tanah milik PT Telkom.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
