“Batas waktu tinggal dua bulan. Seharusnya ditambah lagi 200 orang. Saat ini sudah ada 600 orang,” ujar Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Minggu (30/10/2016).
Baca: Tinggal 3 Bulan, Proyek Pasar Klewer Baru 50 Persen
Selain itu, pemilik sapaan Rudy juga meminta pelaksana proyek mengebut pembangunan, salah satu alternatifnya dengan memberlakukan sistem lembur. “Dilembur pagi, siang, malam, supaya cepat selesai,” imbuh dia. Meski demikian Rudy menekankan walapun dipercepat namun proyek tidak dikerjakan secara asal jadi.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Solo menargetkan Desember 2016, para pedagang telah mendapatkan kunci kios. Januari 2017, lanjutnya, kios sudah bisa mulai ditempati.
Namun realitanya, dua bulan sebelum batas akhir pengerjaan proyek, pembangunan Pasar Klewer yang menelan anggaran Rp96 miliar dari APBN tersebut baru 60 persen. Pemerintah pun meminta 40 persen sisanya dikerjakan dalam kurun waktu secepat mungkin.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Baca: Pemkot Solo Ajukan Rp47 Miliar untuk Pasar Klewer Timur
“Kalau tidak sanggup, sudah ada aturannya. Tidak selesai tepat waktu, kontraktor proyek akan dipenalti,” pungkasnya.
Pasar Klewer yang menjadi salah satu tumpuan perekonomian warga di Kota Solo terbakar pada 27 Desember 2014. Pascakebakaran, para pedagang Pasar Klewer menempati Pasar Klewer Sementara di Alun-alun utara Kota Solo sejak 6 Juni 2015. Para pedagang akan kembali menempati Pasar Klewer setelah pembangunan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2016.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
