Kapolres Wonogiri, AKBP Windro Akbar Panggabean, mengatakan, proses penyidikan pelaku cukup sulit. Sebab, keterangan pelaku selalu berubah-ubah. Namun, secara pasti, pelaku bernama Riki Fajar Santoso telah mengakui mencabuli 10 anak laki-laki dan membunuh salah seorang di antara mereka yakni AM, 9, secara sadis.
Baca: Guru Les Privat di Wonogiri Cabuli 10 Bocah
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
“Si pelaku ini keterangannya selalu berubah-ubah. Makanya kita juga perlu periksakan apakah selain ada kelainan seksual, pelaku juga memiliki kelainan lainnya,” ungkap Windro kepada Metrotvnews.com, Rabu (7/10/2015).
Pelaku, ungkap Windro, sempat mengaku aksi pencabulan dilakukan saat memberi bimbingan belajar matematika. “Pelaku biasanya memang memberi bimbingan belajar. Kemudian anak-anak dimintai bayaran sebesar Rp3 ribu,” katanya.
Namun, saat ditanya kedua kalinya, pelaku mengaku mencabuli anak-anak tersebut saat mereka bermain di rumahnya. "Yang kedua ditanya jawabannya saat bermain di rumahnya. Kan tidak mungkin kalau cuma main biasa di rumah pelaku,” tutur Kapolres Wonogiri.
Pelaku, kata Kapolres, juga mengaku memiliki seorang istri yang tidak ia gauli selama tiga tahun. “Melihat dari kelakuan pelaku yang mencabuli anak laki-laki dan membunuh, pasti pelaku memiliki kelainan seksual,” ungkapnya.
Atas keterangan yang berubah-ubah itu, Polres Wonogiri masih harus mencocokkan keterangan pelaku dengan keterangan korban. Hingga saat ini polisi mengaku masih menunggu sembilan korban mau memberikan keterangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
