Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang Agus Haryono. (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)
Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang Agus Haryono. (Metrotvnews.com/Rhobi Shani) (Rhobi Shani)

Kecelakaan Air Dominasi Bencana Jawa Tengah

basarnas
Rhobi Shani • 03 Mei 2016 15:54
medcom.id, Jepara: Potensi bencana di Jawa Tengah cukup tinggi. Sejak awal tahun hingga April 2016, kantor Basarnas Semarang sedikitnya sudah melaksanakan operasi bencana sebanyak 70 kali. Dari peristwa tersebut, tercatat 40 korban jiwa akibat kecelakaan di perairan.
 
Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Agus Haryono, menyampaikan, pada catur wulan pertama 2016, bencana di Jateng didominasi kecelakaan air. Baik yang terjadi di sungai, laut, maupun waduk.
 
“Sampai April sudah 70 kali operasi yang didominasi kecelakaan air,” kata Agus di sela-sela latihan SAR laut taruna Akpol di Pantai Bandengan, Jepara, Jawa Tengah, Selasa (3/5/2016).
 
Sampai hari ini, Agus melanjutkan, jajarannya masih melakukan pencarian korban tenggelam di tiga lokasi berbeda. Yaitu, pemancing yang tenggelam di Waduk Penjalin, Kabupaten Brebes; pemancing di Waduk Jatibarang, Semarang; dan seorang nelayan di Kabupaten Rembang.
 
“Di Brebes, enam orang pemancing (tenggelam), dua sudah ditemukan meninggal. Di Waduk Jatibarang dan nelayan Lasem masih dilakukan pencarian,” kata Agus.
 
Selain kecelakaan di air, wilayah Jateng, juga berpotensi terjadi bencana di darat. Itu seperti angin puting beliung dan tanah longsor.
 
“Potensi bencana alam di Jawa Tengah komplet. Mulai dari air sampai darat. Jawa Tengah juga memiliki gunung berapi. Itu sebabnya Jawa Tengah termasuk daerah rawan bencana di Indonesia,” pungkas Agus.
 

(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif