Rekaman CCTV Stasiun Tugu, Yogyakarta -- MTVN/Patricia Vicka
Rekaman CCTV Stasiun Tugu, Yogyakarta -- MTVN/Patricia Vicka (Patricia Vicka)

KAI Daop VI Bantah Alfita Diculik Kelompok Radikal

orang hilang
Patricia Vicka • 06 Juli 2017 13:59
medcom.id, Yogyakarta: PT KAI Daop VI Solo-Yogyakarta angkat bicara terkait hilangnya Alifta Nan Rahfaida, 16, di sekitar Stasiun Tugu, Yogyakarta. Dugaan keterlibatan kelompok radikal atas hilangnya pelajar SMK Sudirman Jakarta Timur ini dibantah.
 
Manajer Humas KAI Daop IV Eko Budiyanto menegaskan, Alifta keluar dari Stasiun Tugu seorang diri. Keyakinan Eko itu berdasarkan rekaman kamera CCTV.
 
"Di CCTV jelas terlihat dia keluar sendiri tanpa berbarengan dengan kakeknya, karena sang kakek sedang salat," kata Eko sambil menunjukkan rekaman CCTV di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Kamis 6 Juli 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca: Siswi SMK Sudirman Jaktim Hilang di Stasiun Tugu Yogya)
 
Pada rekaman CCTV tersebut, Alifta yang mengenakan baju biru dongker dan celana jeans nampak berjalan santai ke arah pintu keluar Stasiun Tugu di sebelah barat yang menuju Jalan Pasar Kembang. Ia keluar sekitar pukul 04.23 WIB.
 
Nampak dua pria di sekitarnya. Namun, tak ada perbincangan atau gerakan mencurigakan dari kedua pria itu.
 
Rekaman CCTV juga menunjukkan, tidak ada percakapan Alifta dengan orang lain yang disebut-sebut sebagai petugas transportasi di Stasiun Tugu. Menurut Eko, rekaman tersebut sudah diperlihatkan kepada polisi dan orang tua Alfita.
 
(Baca: Alifta Diduga Diculik Kelompok Radikal)
 
Eko memastikan, dirinya akan koperatif membantu Kepolisian mengusut hilangnya Alifta. "Di sini dompet hilang saja kami cari dan ketemu, apalagi manusia. Keamanan di sini berlapis dan canggih. Kami juga punya banyak CCTV," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Alifta hilang saat pulang kampung bersama kakeknya, Surahyo, 77, pada Selasa 4 Juli 2017 subuh. Gadis ini menghilang saat sang kakek salat subuh.
 
Orang tua Alifta menduga, wanita berambut panjang ini diculik sekelompok orang aliran radikal. Ponselnya tak bisa dihubungi, namun sempat aktif tak beberapa lama usai ia menghilang. Kasus ini sudah dilaporkan ke Kepolisian Gedongtengen Yogyakarta dan dalam proses penyelidikan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(NIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif