medcom.id, Jepara: Ratusan umat Hindu di Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, dan Blora, melaksanakan upacara Melasti di Pantai Tirta Samudera Bandengan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Upacara ini dilakukan untuk mendapatkan tirta suci dari laut. Tirta suci digunakan untuk pembersihan pura sebelum digunakan untuk upacara dalam rangkaian Hari Nyepi.
Upacara yang dimulai dengan mengarak sesaji ke lokasi sembahyang di tepi Pantai Bandengan. Sesaji berupa hasil bumi, tumpeng, dan hewan ternak itu didoakan sebelum dilarung ke laut. Di titik pelarungan sesaji, tirta suci kamandalu yang diminta kepada Dewa Baruna diambil.
“Tirta suci ini untuk upacara mecaru, sehari sebelum umat melakukan ritual Nyepi,” ujar Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Jepara, Ngardi Sindu Atmaja, usai ritual Melasti, Minggu 26 Maret 2017.
Disampaikan Ngardi, upacara Mecaru dilakukan di Pura Manggala Dharma Desa Plajan Kecamatan Pakis Aji, Jepara. Saat upacara Mecaru, tirta suci akan dicampur dengan air dari mata air Sendang Nongko dan Belik Sumur.
Belik Sumur merupakan sebuah belik peninggalan Ratu Shima yang sampai saat ini dipergunakan oleh masyarakat umum di Desa Plajan. Air suci tersebut, ditambahkan Ngardi, akan dibagikan ke umat Hindu dari pura masing-masing untuk ritual saat Nyepi.
Tokoh pemuda Hindu Jepara, Totok Harmanto menjelaskan, total ada 350 umat Hindu se eks Karesidenan Pati yang mengikuti prosesi upacara Melasti. Secara keseluruhan berangkat dengan 100 lebih sepeda motor dan 50 kendaraan roda empat.
“Untuk upacara Mecaru besok di Pura Manggala Dharma. Pura yang digunakan sebagai lokasi Mecaru memang bergantian tiap tahunnya,” kata Totok.
Di Desa Plajan, ada empat pura yang digunakan sembahyang umat Hindu setempat. Yakni Pura Dharma Loka, Pura Puser Bumi, Pura Giri Tungka, dan Pura Manggala Dharma. Mayoritas umat Hindu di Jepara, bermukim di Desa Plajan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
