Ia berpandangan, kemarahan umat Islam pada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok seharusnya tidak menjadi alasan umat muslim marah pada Jakarta atau Indonesia.
Baca: Demonstran Asal Solo Wajib Serahkan Salinan KTP
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Perbuatan Ahok memang perkara kemestian agama. Tapi tidak menjadi alasan untuk menghalalkan tindakan anarkistis dengan merusak fasilitas umum atau fasilitas pribadi di Jakarta," tegas pendiri Ponpes Ihya As Sunnah itu, saat menggelar jumpa pers di Yogyakarta, Kamis (3/11/2016).
Ia meminta semua umat Islam menahan diri dan memberi kesempatan aparat hukum mengambil tindakan pada perbuatan dugaan penistaan agama.
"Saya mengingatkan agar semua pihak menjaga diri dari segala hasutan atau provokasi yang mengarah pada upaya memperkeruh keadaan," imbaunya.
Di samping itu, ia menduga rencana demo esok ditunggangi kepentingan pihak tertentu. Ja'far mengimbau umat Islam berfikir ulang untuk berangkat ke Jakarta.
Baca: Dugaan Penistaan Agama, Habib Rizieq Hari Ini Diperiksa Bareskrim
Bagi yang sudah terlanjur di Jakarta, ia berpesan, untuk menjaga diri dari segala bentuk provokasi. "Umat Islam harus waspada akan adanya penumpang gelap dalam aksi besok," pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menginstruksikan warga Yogyakarta untuk tidak ikut-ikutan berdemo di Jakarta. "Itu, kan, urusan Jakarta. Kita enggak mencoblos. Jangan anarkis. Pilkada harus damai," tegas Sultan.
Patut diketahui, beberapa ormas keagamanan di DIY berencana pergi ke Jakarta untuk bergabung dalam unjuk rasa di Jakarta. Salah satunya kader Muhammadiyah.
Baca: Ahok Bantah Nistakan Surat Al Maidah
Ketua I Pengurus Muhammadiyah Yogyakarta Aris Madani mengakui ada sekitar 100 kadernya yang akan pergi ke Jakarta. Namun, kepergian mereka bukan atas imbauan pengurus.
Ia menegaskan pihaknya telah melarang para kadernya membawa atribut Muhammadiyah saat berdemo esok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
