Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengunjungi Lokananta Solo dalam rangka menghadiri Demo Damai Seniman Anti Pembajakan, Kamis, (15/10/2015). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengunjungi Lokananta Solo dalam rangka menghadiri Demo Damai Seniman Anti Pembajakan, Kamis, (15/10/2015). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati) (Pythag Kurniati)

Ganjar: 90% Karya Seniman di Jateng Bajakan

pembajakan musik
Pythag Kurniati • 15 Oktober 2015 18:24
medcom.id, Solo: Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan 90 persen karya seniman yang beredar di Jawa Tengah merupakan bajakan.
 
"Saya mendapatkan informasi di Jawa Timur karya yang beredar 10 persen bajakan dan 90 persen karya asli. Sedangkan Jawa Tengah sebaliknya," ungkapnya saat menghadiri Demo Damai Seniman Anti-Pembajakan di Lokananta, Solo, Kamis, 15 Oktober 2015.
 
Salah satu upaya untuk menekan pembajakan, Gubernur Jateng mengatakan, akan terus mengadakan kampanye dan sosialisasi ke masyarakat. "Karena bisa jadi mereka belum tahu regulasinya sehingga membeli bajakan," imbuh Ganjar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gubernur akan bekerja sama dengan Polda Jateng turun ke mal dan pasar untuk memberikan pengertian kepada para penjual kaset-kaset bajakan. “Nanti kita beri mereka rentang waktu, misalnya dalam jangka waktu dua bulan harus berhenti menjual kaset bajakan,” imbuhnya.
 
Ketua Komisioner LMKN Hak Terkait, Sam Bimbo mengemukakan, di Malaysia tempat komersil yang menggunakan karya seniman semuanya membayar. Penduduk Malaysia yang berjumlah 30 juta jiwa menghasilkan Rp300 miliar pendapatan dari hasil pembayaran karya seniman.
 
“Sementara penduduk Indonesia yang jumlahnya delapan kali lipat Malaysia hanya menghasilkan Rp15 miliar per tahun. Padahal idealnya Rp2,4 triliun. Angka tersebut sangat jauh dari kenyataan,” kata Sam.
 
Tahun 2012 di Jakarta, ujar Sam, Kemenkumham menyita sebanyak 60 ton keping kaset CD dan DVD bajakan dalam waktu satu hari. Jika pembajakan tidak segera dihentikan, bukan tidak mungkin hal tersebut akan mematikan kreativitas para seniman Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif